Seperti yang kita ketahui bahwa saat ini teknologi internet sudah memasuki tahap web 2.0. Web 2.0 dapat memberikan tampilan yang tidak lagi statis yang dibalut dengan tata letak yang artistik, informasi disampaikan secara dinamis. Konten-konten dalam web 2.0 akan lebih artistik dan menarik karena tidak hanya teks tapi berupa berkas multimedia seperti audio dan video.
Seperti yang disampaikan diatas bahwa web 2.0 merupakan web dinamis sehingga penguna tidak hanya disuapi oleh web tersebut melainkan dapat memberikan umpan balik dari konten yang disajikan. Inilah yang membedakan antara teknologi web 1.0 dengan 2.0.
Ada tiga ciri yang mencolok dari teknologi web 2.0, diantaranya adalah share, collaborate dan exploit. Di era Web 2.0 sekarang, penggunaan web untuk berbagi, pertemanan, kolaborasi menjadi sesuatu yang penting. Web 2.0 hadir seiring maraknya pengguna blog, Friendster, Myspace, Youtube dan Fickr. Jadi disini kehidupan sosial di dunia maya benar-benar terasa.
Sebenarnya belum ada definisi baku dari web 2.0, namun beberapa praktisi internet menyederhanakannya Web 2.0 adalah sebuah aplikasi berbasis web (web base) yang memungkinkan penggunanya untuk merancang dan mengatur sebuah website meskipun dengan pengalaman pemograman yang masih sangat minim.
Dari pengertian diatas dapat ditarik informasi bahwa pengguna akan dapat membuat sebuah website dengan tanpa kemampuan pemrogramman yang baik hal ini jauh berbeda dengan sistem pemrogramman yang dulu yang membutuhkan keterampilan bahasa pemrogramman yang baik yang menurut masyarakat dianggap ‘susah’.
Ada pula pihak lain yang mendefinisika web 2.0 yang cenderung menekankan pada social network atau jalinan sosial antara penggunanya seperti yang telah kita
lihat selama ini dalam dunia Blog. Hal ini sesuai dengan tiga ciri web 2.0 yang sudah disampaikan diatas.
Namun kedua definisi diatas sudah cukup untuk mengartikan bahwa yang disebut web 2.0 adalah sebuah aplikasi web base yang memungkinkan internet user untuk merancang dan membangun sebuah halaman website tanpa harus terlebih dahulu bahasa pemograman yang rumit, serta munculnya interaksi dua arah antar user dan penyedia layanan.
Source (Berbagai Sumber)


