<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Catatan Guru Komputer &#187; Open Source</title>
	<atom:link href="http://educnology.web.id/tag/open-source/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://educnology.web.id</link>
	<description>Lecturer, Researcher, Teacher</description>
	<lastBuildDate>Mon, 16 Jan 2012 02:12:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Tutorial Installasi PostgreSQL 8.2 pada Sistem Operasi Windows</title>
		<link>http://educnology.web.id/open-source/tutorial-installasi-postgresql-8-2-pada-sistem-operasi-windows/</link>
		<comments>http://educnology.web.id/open-source/tutorial-installasi-postgresql-8-2-pada-sistem-operasi-windows/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Dec 2011 15:30:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sandi Fajar Rodiyansyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Open Source]]></category>
		<category><![CDATA[Programming]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[database]]></category>
		<category><![CDATA[instalasi]]></category>
		<category><![CDATA[postgresql]]></category>
		<category><![CDATA[windows]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://educnology.web.id/?p=920</guid>
		<description><![CDATA[Sedang iseng buka-buka folder lama pada laptop kemudian menemukan file PDF tentang tutorial installasi PostgreSQL 8.2 pada sistem operasi Windows. Langsung terbersit untuk mempublikasikanya agar lebih berguna bagi yang membutuhkanya. Ya, dari pada sembunyi di folder laptop. Kalau tidak salah, &#8230; <a href="http://educnology.web.id/open-source/tutorial-installasi-postgresql-8-2-pada-sistem-operasi-windows/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sedang iseng buka-buka folder lama pada laptop kemudian menemukan file PDF tentang tutorial installasi PostgreSQL 8.2 pada sistem operasi Windows. Langsung terbersit untuk mempublikasikanya agar lebih berguna bagi yang membutuhkanya. Ya, dari pada sembunyi di folder laptop. Kalau tidak salah, file ini dibuat ketika saya diberi tugas sebagai asisten dosen pada mata kuliah basis data yang harus mengenalkan beberapa RDBMS kepada mahasiswa.</p>
<p>Sekedar informasi awal, bahwa PostgreSQL merupakan salah satu RDBMS yang bisa kita gunakan sebagai tempat penyimpanan data dari aplikasi atau sistem kita. Mungkin, sebagai pengembang perangkat lunak lebih mengenal Oracle dan MySQL sebagai RDBMS.</p>
<p>Download filenya <a href="http://www.scribd.com/doc/75311253">disini</a>.</p>
<p>Demikian, semoga bermanfaat, untuk yang berterima kasih saya sampaikan sama-sama <img src='http://educnology.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://educnology.web.id/open-source/tutorial-installasi-postgresql-8-2-pada-sistem-operasi-windows/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Arsitektur Sistem Operasi Android</title>
		<link>http://educnology.web.id/open-source/arsitektur-sistem-operasi-android/</link>
		<comments>http://educnology.web.id/open-source/arsitektur-sistem-operasi-android/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Nov 2011 11:55:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sandi Fajar Rodiyansyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Open Source]]></category>
		<category><![CDATA[Produk]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[google]]></category>
		<category><![CDATA[mobile]]></category>
		<category><![CDATA[sistem operasi]]></category>
		<category><![CDATA[smartphone]]></category>
		<category><![CDATA[system]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://educnology.web.id/?p=907</guid>
		<description><![CDATA[Sistem operasi Android memiliki 4 lapisan (layer) yang merupakan komponen sistem Android. Gambar berikut merupakan lapisan arsitektur sistem operasi Android: Google mengibaratkan Android sebagai sebuah tumpukan software. Setiap lapisan dari tumpukan ini menghimpun beberapa program yang mendukung fungsi-fungsi spesifik dari &#8230; <a href="http://educnology.web.id/open-source/arsitektur-sistem-operasi-android/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sistem operasi Android memiliki 4 lapisan (layer) yang merupakan komponen sistem Android. Gambar berikut merupakan lapisan arsitektur sistem operasi Android:</p>
<p><img class="aligncenter" title="Arsitektur Android" src="http://ndiee.com/wp-content/uploads/2011/10/Arsitektur-Android.jpg" alt="Arsitektur Android" width="459" height="315" /><span id="more-907"></span></p>
<p>Google mengibaratkan Android sebagai sebuah tumpukan software. Setiap lapisan dari tumpukan ini menghimpun beberapa program yang mendukung fungsi-fungsi spesifik dari sistem operasi. Berikut ini susunan dari lapisan-lapisan tersebut jika di lihat dari lapisan dasar hingga lapisan teratas.</p>
<p><strong>1. Linux Kernel</strong></p>
<p>Tumpukan paling bawah pada arsitektur Android ini adalah kernel. Google menggunakan kernel Linux versi 2.6 untuk membangun sistem Android, yang mencakup memory management, security setting, power management, dan beberapa driver hardware. Kernel berperan sebaagai abstraction layer antara hardware dan keseluruhan software. Sebagai contoh, HTC GI dilengkapi dengan kamera. Kernel Android terdapat driver kamera yang memungkinkan pengguna mengirimkan perintah kepada hardware kamera.</p>
<p><span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Helvetica Neue', Helvetica, Arial, sans-serif;">Android dibangun di atas kernel Linux 2.6. Namun secara keseluruhan android bukanlah linux, karena dalam android tidak terdapat paket standar yang dimiliki oleh linux lainnya. Linux merupakan sistem operasi terbuka yang handal dalam manajemen memori dan proses. Oleh karenanya pada android hanya terdapat beberapa servis yang diperlukan seperti keamanan, manajemen memori, manajemen proses, jaringan dan driver. Kernel linux menyediakan driver layar, kamera, keypad, WiFi, Flash Memory, audio, dan IPC (Interprocess Communication) untuk mengatur aplikasi dan lubang keamanan.</span></p>
<p><strong>2. Android Run Time</strong></p>
<p>Lapisan setelah Kernel Linux adalah Android Runtime. Android Runtime ini berisi <strong>Core Libraries </strong>dan <strong>Dalvik Virtual Machine.  Core Libraries</strong> mencakup serangkaian inti library Java, artinya Android menyertakan satu set library-library dasar yang menyediakan sebagian besar fungsi-fungsi yang ada pada library-library dasar bahasa pemrograman Java. <strong>Dalvik </strong>adalah Java Virtual Machine yang memberi kekuatan pada sistem Android. Dalvik VM ini di optimalkan untuk telepon seluler. Setiap aplikasi yang berjalan pada Android berjalan pada processnya sendiri, dengan instance dari Dalvik Virtual Machine. Dalvik telah dibuat sehingga sebuah piranti yang memakainya dapat menjalankan multi Virtual Machine dengan efisien<strong>.</strong><strong> </strong>Dalvik VM dapat mengeksekusi file dengan format Dalvik Executable (.dex) yang telah dioptimasi untuk menggunakan minimal memory footprint. Virtual Machine ini register-based, dan menjalankan class-class yang dicompile menggunakan compiler Java yang kemudian ditransformasi menjadi format .dex menggunakan &#8220;dx&#8221; tool yang telah disertakan. Dalvik Virtual Machine (VM) menggunakan kernel Linux untuk menjalankan fungsi-fungsi seperti threading dan low-level memory management.</p>
<p><strong>3. Libraries</strong></p>
<p>Bertempat di level yang sama dengan Android Runtime adalah Libraries. Android menyertakan satu set library-library dalam bahasa C/C++ yang digunakan oleh berbagai komponen yang ada pada sistem Android. Kemampuan ini dapat diakses oleh programmer melewati Android application framework. Sebagai contoh Android mendukung pemutaran format audio, video, dan gambar. Berikut ini beberapa core library tersebut :</p>
<ul>
<li><strong>System C library, </strong></li>
<p>diturunkan dari implementasi standard C system library (libc) milik BSD, dioptimasi untuk piranti embedded berbasis Linux.</p>
<li><strong>Media Libraries</strong>, berdasarkan PacketVideo&#8217;s OpenCORE; library-library ini mendukun playback dan recording dari berbadai format audio and video populer, meliputi MPEG4, H.264, MP3, AAC, AMR, JPG, and PNG.</li>
<li><strong>Surface Manager</strong>, mengatur akses pada display dan lapisan composites 2D and 3D graphic dari berbagai aplikasi.</li>
<li> <strong>LibWebCore</strong>, web browser engine modern yang mensupport Android browser maupun embeddable web view.</li>
<li><strong>SGL, </strong>the underlying 2D graphics engine.</li>
<li><strong>3D libraries</strong>, implementasi berdasarkan OpenGL ES 1.0 APIs; library ini menggunakan hardware 3D acceleration dan highly optimized 3D software rasterizer</li>
<li><strong>FreeType</strong>, bitmap dan vector font rendering</li>
<li><strong>SQLit, </strong>relational database engine yang powerful dan ringan tersedia untuk semua aplikasi.</li>
</ul>
<p>Library-library tersebut bukanlah aplikasi yang berjalan sendiri, namun hanya dapat digunakan oleh program yang berada di level atasnya. Sejak versi Android 1.5, pengembang dapat membuat dan menggunakan pustaka sendiri menggunakan Native Development Toolkit (NDK).</p>
<p><strong>4. Applications Framework</strong></p>
<p>Lapisan selanjutnya adalah application framework, yang mencakup program untuk mengatur fungsi-fungsi dasar smartphone. Application Framework merupakan serangkaian tool dasar seperti alokasi resource smartphone, aplikasi telepon, pergantian antar &#8211; proses atau program, dan pelacakan lokasi fisik telepon. Para pengembang aplikasi memiliki aplikasi penuh kepada tool-tool dasar tersebut, dan memanfaatkannya untuk menciptakan aplikasi yang lebih kompleks.</p>
<p>Programmer mendapatkan akses penuh untuk memanfaatkan API-API (Android Protocol Interface) yang juga digunakan core applications. Arsitektur aplikasi didesain untuk menyederhanakan pemakaian kembali komponen-komponen, setiap aplikasi dapat menunjukkan kemampuannya dan aplikasi lain dapat memakai kemampuan tersebut. Mekanisme yang sama memungkinkan pengguna mengganti komponen-komponen yang dikehendaki. Di dalam semua aplikasi terdapat servis dan sistem yang meliputi :</p>
<ul>
<li>Satu set Views yang dapat digunakan untuk membangun aplikasi meliputi lists, grids, text boxes, buttons, dan embeddable web browser.</li>
<li> Content Providers yang memungkinkan aplikasi untuk mengakses data dari aplikasi lain (misalnya Contacts), atau untuk membagi data yang dimilikinya.</li>
<li>Resource Manager, menyediakan akses ke non-code resources misalnya localized strings, graphics, dan layout files.</li>
<li>Notification Manager yang memungkinkan semua aplikasi untuk menampilkan custom alerts pada the status bar.</li>
<li>Activity Manager yang memanage life cycle of dari aplikasi dan menyediakan common navigation backstack.</li>
</ul>
<p><strong>5. Applications</strong></p>
<p>Di lapisan teratas bercokol aplikasi itu sendiri. Di lapisan inilah anda menemukan fungsi-fungsi dasar smartphone seperti menelepon dan mengirim pesan singkat, menjalankan web browser, mengakses daftar kontak, dan lain-lain. Bagi rata-rata pengguna, lapisan inilah yang paling sering mereka akses. Mereka mengakses fungsi-fungsi dasar tersebut melalui user interface.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://educnology.web.id/open-source/arsitektur-sistem-operasi-android/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Install Ubuntu 8.10. di harddisk eksternal</title>
		<link>http://educnology.web.id/open-source/install-ubuntu-810-di-harddisk-eksternal/</link>
		<comments>http://educnology.web.id/open-source/install-ubuntu-810-di-harddisk-eksternal/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Mar 2009 12:45:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sandi Fajar Rodiyansyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Open Source]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[guru TIK]]></category>
		<category><![CDATA[kurikulum TIK]]></category>
		<category><![CDATA[linux]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan ilmu komputer]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan TIK]]></category>
		<category><![CDATA[ubuntu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://galuh29.wordpress.com/?p=152</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini saya ngga ada kerjaan, akhirnya saya buka-buka koleksi CD Software Linux saya dan menemukan CD Ubuntu 8.10. akhirnya saya tertarik untuk mencoba menginstallnya di harddisk eksternal saya. <a href="http://educnology.web.id/open-source/install-ubuntu-810-di-harddisk-eksternal/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright" src="http://blogulate.com/wp-content/uploads/2007/12/ubuntu_logo_hd_wallpaper.jpg" alt="" width="219" height="164" />Hari ini saya ngga ada kerjaan, akhirnya saya buka-buka koleksi CD Software Linux saya dan menemukan CD Ubuntu 8.10. akhirnya saya tertarik untuk mencoba menginstallnya di harddisk eksternal saya. Karena saya takut drive Windows 7 Beta saya ke partisi akhirnya sebelum menginstall harddisk Windows 7 Beta di cabut dari sistem.</p>
<p>Sebelumnya saya agak kurang yakin bisa menginstallnya. Tetapi setelah saya buka BIOS PC saya ternyata support buat boot VIA USB HDD. Setelah instalasi dilakukan sistem meminta reboot akhirnya eng-ing-eng ternyata Ubuntu 8.10. saya bisa jalan&#8230; hehehehe&#8230;.</p>
<p>Setelah dapat dipatikan bahwa Ubuntu saya bisa jalan, akhirnya saya mencoba untuk mamasangkan harddisk Windows 7 saya. setelah itu saya coba boot ke Windows dan ternyata tidak ada pengaruh apa-apa di Windows.</p>
<p>Namun, sistem ini tidak efektif karena untuk memilih sistem mana yang akan digunakan kita harus mengatur urutan boot di BIOS PC-nya. Namun, keuntungan dari sistem ini adalah kita tidak perlu mempartisi harddisk Widows menjadi 2 karena tiap-tiap sistem memiliki harddisk sendiri. Setelah seharian bergelut dengan Ubuntu 8.10. saya merasakan tidak ada perbedaan antara sistem yang di install di harddisk eksternal dan sistem yang di install di harddisk internal.</p>
<p>Bagi temen-temen yang ingin belajar Linux dan tidak ingin terganggu pekerjaan dengan Windows dan memiliki harddisk lebih dari satu cara ini bisa digunakan.</p>
<p>Selamat mencoba!!..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://educnology.web.id/open-source/install-ubuntu-810-di-harddisk-eksternal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sekolah, Alergikah dengan Open Source?</title>
		<link>http://educnology.web.id/all-about-education/sekolah-alergikah-dengan-open-source/</link>
		<comments>http://educnology.web.id/all-about-education/sekolah-alergikah-dengan-open-source/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Mar 2009 10:09:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sandi Fajar Rodiyansyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[All About Education]]></category>
		<category><![CDATA[Open Source]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan TIK]]></category>
		<category><![CDATA[guru TIK]]></category>
		<category><![CDATA[kurikulum TIK]]></category>
		<category><![CDATA[linux]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan ilmu komputer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://galuh29.wordpress.com/?p=115</guid>
		<description><![CDATA[Di kalangan pendidikan penggunaan aplikasi open-source tampaknya belum setenar aplikasi closed-source yang biasa dipakai untuk proses belajar dan mengajar. Bisa ditebak software tersebut memang tidak gratis alias berbayar, mereka harus ‘membeli’ software tersebut agar bisa mendapatkannya namun yang mendapat keuntungan bukan sang pembuat tetapi pihak lain yang mendapat keuntungan secara ilegal dengan kata lain software yang digunakan untuk proses belajar adalah software bajakan yang memiliki harga jauh lebih murah jika dibandingkan dengan harga aslinya. <a href="http://educnology.web.id/all-about-education/sekolah-alergikah-dengan-open-source/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright" src="http://lh3.ggpht.com/yudha.spiza/SIJDXDd0NcI/AAAAAAAAAbA/lZFB97KMbrw/logo-LGTS.png?imgmax=800" alt="" width="344" height="175" />Di dalam dunia <em>software</em> setidaknya dikenal dua kelompok yang membedakan keduanya, yaitu <em>closed-source</em> (kode tertutup) dan <em>open-source</em> (kode terbuka). Aplikasi <em>closed-source</em> identik dengan <em>software</em> yang tidak gratis alias berbayar sedangkan <em>open-source</em> ada berkat dukungan semua pihak dan boleh digunakan oleh siapa saja dengan bebas  tanpa harus membayar lisensi, biasanya dikaitkan dengan <em>Operating System</em> yang juga ada berkat sifatnya yang <em>open-source</em> yaitu Linux.</p>
<p>Di kalangan pendidikan penggunaan aplikasi <em>open-source</em> tampaknya belum setenar aplikasi <em>closed-source</em> yang biasa dipakai untuk proses belajar dan mengajar. Bisa ditebak <em>software</em> tersebut memang tidak gratis alias berbayar, mereka harus ‘membeli’ <em>software</em> tersebut agar bisa mendapatkannya namun yang mendapat keuntungan bukan sang pembuat tetapi pihak lain yang mendapat keuntungan secara ilegal dengan kata lain <em>software</em> yang digunakan untuk proses belajar adalah <em>software</em> bajakan yang memiliki harga jauh lebih murah jika dibandingkan dengan harga aslinya.</p>
<p>Penggunaan software asli di kalangan pendidikan terutama sekolah-sekolah tingkat SMP dan SMA yang sudah memasukan kurikulum komputer sebagai kurikulum wajib tampaknya memang tidak mudah. Meskipun kurikulum yang diajarkan masih sebatas aplikasi Office (perkantoran) biasanya menggunakan Microsoft Office tetap saja masih terlalu berat. Apa lagi jika kurikulum yang ada menuntut banyak software professional yang harganya ‘sangat’ mahal untuk ukuran kantung kita.</p>
<p>Sebagai contoh kita akan coba masuk kedalam Lab Komputer Multimedia dan ‘melihat-lihat’ isi software dari satu set PC yang digunakan oleh siswa SMK jurusan Multimedia, jurusan baru dibidang IT yang baru saja dibuka tahun ajaran ini. Mulai dari sistem operasinya yang digunakan adalah Microsoft Windows XP Professional, kemudian diikuti aplikasi professional lainnya yaitu Macromedia Dreamweaver MX, Macromedia Flash MX, Adobe Photoshop CS, Adobe After Effect 6.5, Adobe Priemer Pro, CorelDRAW Graphics Suite 12, Ulead Video Studio 7.0 belum lagi Anti Virus komersil untuk melindungi PC yang selalu terhubung ke internet dan lain-lain. Jika dihitung-hitung kalau semua aplikasi tersebut dibeli lewat jalur legal maka biaya yang dikeluarkan cukup untuk membeli sebuah sepeda motor baru secara cash atau tunai. Dan di dalam Lab tidak mungkin hanya ada satu set PC, bisa jadi berjumlah 20 sampai 40 set. Biaya untuk hardwarenya saja sudah mahal.</p>
<p>Dari sini kita dapat melihat sudah seharusnya aplikasi open-source mulai diperkenalkan dan digunakan dalam proses belajar dan mengajar disekolah. Apa lagi dengan diberlakukannya UU HaKI dinegara kita. Menaikan uang SPP sebagai imbas dari pembelian software orisinal tidak akan terlalu memberikan hasil malah akan semakin memberatkan siswa. Lagi pula sekarang banyak korporasi mulai beralih menggunakan software open-source dalam melakukan pekerjaan sehari-harinya sehingga ilmu dari aplikasi open-source yang diajarkan bisa jadi akan sangat bermanfaat saat digunakan untuk bekerja setelah menamatkan sekolah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://educnology.web.id/all-about-education/sekolah-alergikah-dengan-open-source/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

