Judul Penelitian : “Studi Komparasi Antara Hasil Pembelajaran Berbasis Komputer Menggunakan Metode Cooperative Learning Tipe Jigsaw dengan Metode Konvensional”. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode komparasi dengan pendekatan kuantitatif. Data penelitian yang dikumpulkan melalui instrumen tes yang berbentuk tes uraian dan pengujian hipotesis dilakukan dengan uji T. Hipotesis uji (Ho) yaitu tidak ada perbedaan yang signifikan antara prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang menggunakan metode cooperative learning tipe jigsaw berbasis komputer dengan metode pembelajaran konvensional berbasis komputer dan hipotesis alternatif (Hi) terdapat perbedaan yang signifikan antara prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang menggunakan metode cooperative learning tipe jigsaw berbasis komputer dengan metode pembelajaran konvensional berbasis komputer. Continue reading
Tag Archives: kelas
Menciptakan Suasana Akrab dengan Murid
Bagaimana cara guru menciptakan suasana keakraban antara guru dan anak di sekolah?
1. Membuka diri untuk dikenal
Apabila anda adalah guru baru, maka sejak pertama kali masuk di kelas itu anda perlu memperkenalkan diri (atau diperkenalkan oleh guru lama) kepada kelas. Berikan senyum yang ramah dan suara yang cukup keras agar semua anak bisa mendengarnya. Berikan kesempatan kepada anak-anak untuk bertanya tentang diri anda. Jawablah pertanyaan mereka dengan santai. Jika ada pertanyaan yang mungkin anda anggap kurang sopan, janganlah ditanggapi dengan serius, tetapi alihkan dengan membetulkan pertanyaannya, dan anggaplah sebagai ketidaksengajaan dan tetaplah ramah.
2. Menghafal nama anak
Setelah anda tidak menjadi guru baru lagi, usahakan anda untuk selalu menyapa anak-anak terlebih dahulu dengan memanggil namanya. Untuk itu anda harus hafal nama anak-anak didik anda. Dan carilah kesempatan untuk bisa berbicara secara pribadi kepada mereka dan ingatlah baik-baik apa yang anda bicarakan dengan mereka (kalau perlu dicatat) supaya anda ada bahan/topik pembicaraan apabila bertemu dengan mereka lagi. Kesempatan berbicara dengan mereka harus diciptakan (tidak datang dengan sendirinya), misalnya anda perlu datang lebih awal, dan pulang lebih lambat.
3. Pelajarilah kemampuan membuat humor (rasa humor)
Guru yang paling diakrabi oleh anak biasanya adalah guru-guru yang memiliki rasa humor yang tinggi. Dunia anak-anak adalah dunia yang ceria dan penuh tawa. Oleh karena itu jika bergaul dengan anda melenyapkan keceriaan mereka, maka mereka tidak akan bergaul dengan anda lagi.
4. Jangan mahal memberi pujian yang tulus
Anak belum mempunyai banyak pengalaman, dalam melakukan kegiatan apa saja anak membutuhkan konfirmasi dari orang dewasa bahwa apa yang mereka lakukan adalah baik. Untuk itu ia senang mencari pujian untuk membangun kepercayaan dirinya. Oleh karena itu tidak heran guru yang pelit dengan pujian tidak disukai anak. Guru perlu membuka mata dan telinga lebar-lebar agar anda bisa menemukan pujian yang tulus untuk diberikan kepada anak-anak didik anda.
Gimana sih gaya ngajar yang disukai murid??
Proses pembelajaran merupakan ujung tombak proses pendidikan yang ditempuh oleh siswa. Oleh karenmna itu, sepatutnya kita sebagai pendidik mengoptimalkan proses pembelajaran tersebut. Dibawah ini merupakan lima hal yang harus diperhatikan oleh seorang guru dalam melaksanakan tugas kesehariannya.
1. Mereka harus belajar dalam suasana tenang.
Berikan pengertian bahwa suasana belajar dan mengajar yang tenang akan membantu guru untuk dapat mengajar dengan baik dan murid mengerti pelajaran yang diajarkan.
2. Murid boleh bicara, bicara dengan volume suara kecil; tidak menggangu proses belajar mengajar
Berikan pengertian bahwa disaat guru menerangkan, murid hendaknya mendengarkan. Namun apabila keadaan mendesak dan murid harus berbicara dengan teman sebelahnya, sebaiknya dilakukan dengan berbicara pelan.
3. Bagi murid yang sudah mengerjakan tugasnya, sibukkan mereka dengan membaca buku
Saat murid sudah selesai mengerjakan tugas kelasnya, berikan tugas lain kepada mereka seperti membaca buku. Dengan demikian mereka tidak akan mengganggu murid lain yang belum selesai.
4. Pergunakan suasana diluar kelas untuk menghindari kebosanan murid di dalam kelas
Kegiatan ini dapat dilakukan sekali-sekali agar kegiatan belajar menjadi tidak monoton. Caranya ajak sebagian murid keluar kelas dan ajarlah mereka di udara terbuka sedangkan sebagian murid lainnya tetap ada di kelas. Setelah beberapa saat lakukan hal ini bergantian dengan kelompok yang ada didalam kelas. Cara ini sebaiknya dibantu dengan asisten pengajar sehingga murid tetap terkontrol.
5. Manfaatkan belajar kelompok
Buatlah beberapa kelompok yang terdiri dari 5 sampai 8 murid. Tunjuk seorang ketua dalam masing-masing kelompok untuk bertanggungjawab atas kelompoknya. Dengan demikian dapat membantu guru memonitor situasi belajar mengajar.
Pengen Diperhatiin Murid?
Dalam blog milik Glenn, dia menunjukkan tiga cara ampuh yang dapat dilakukan oleh para guru supaya dapat menarik dan memertahankan perhatian murid-muridnya. Ketiga cara itu adalah :
1. Kita harus merencanakan suatu pesan atas perhatian itu
kebutuhan untuk menarik dan memertahankan perhatian murid. Pelajaran harus dimulai dengan menarik perhatian dan hati para murid di kelas Anda dan pada pelajaran sepanjang hari itu. Cara-cara itu bisa berupa kesaksian, cerita, pertanyaan-pertanyaan, permainan yang dapat mengalihkan perhatian murid
2. Kita harus peka terhadap pendengarak kita
Seorang guru akan sangat terbantu bila mengenal murid-muridnya. Pengenalan ini memampukan guru mengenali gaya belajar dari para muridnya. Hal ini memampukan guru untuk menggunakan ilustrasi yang menarik perhatian dan imajinasi murid-muridnya dengan menghubungkannya kepada hal-hal yang membuat mereka senang. Peka terhadap para murid juga berarti guru harus memberikan perhatian kepada para murid selama pelajaran dan harus diperhatikan saat perhatian itu mulai berkurang. Guru harus peka terhadap tanda-tanda nonverbal (bahasa tubuh dan ekspresi wajah) yang menunjukkan perhatian atau kurangnya perhatian.
3. Kita harus responsif terhadap situasi
Seorang guru yang baik akan secara rutin memerhatikan setiap anak yang ada di kelasnya, apakah mereka masih menyimak ataukah sudah saatnya mengganti cara penyampaian pelajaran maupun kegiatan demi mendapatkan kembali perhatian mereka. Bila rencana tidak dapat dijalankan, guru harus mengganti dengan strategi lain yang telah disiapkan sebelumnya. Seperti memanggil nama anak itu, mendekati murid itu, memberikan pertanyaan, mengubah volume suara (bahkan mungkin berbisik), membagi anak-anak ke dalam kelompok kecil, atau apa saja.
Glenn mengingatkan bahwa memotong pembicaraan/mengalihkan perhatian bisa saja terjadi, dan kadang-kadang cara terbaik yang bisa dilakukan oleh guru adalah dengan mengabaikannya. Di waktu yang lain, perlu melakukan variasi untuk bisa menarik kembali perhatian murid-murid Anda.
Ingatlah tiga tips untuk menarik dan memertahankan perhatian murid Anda ini, yaitu rencana, peka, dan responsif. Jangan biarkan perhatian itu hilang. Segera dapatkan kembali perhatian mereka. Mengajarlah untuk mengubah hidup.
Lakukan perubahan!