Persaingan Internet Broadband Semakin Ketat…

Sudah hampir dua bulan saya langganan internet ke telkomsel flash. Dengan berbagai fiturnya saya setiap hari bisa mencek email, blog, facebook dan lain-lain. Tapi bukan masalah ini yang akan saya bahas.

Mungkin ini adalah berita baru, setidaknya untuk saat ini. Tadi malem saya browsing dan masuk ke website yang memberitakan bahwa oprator XL membuka layanan internet 3G Unlimited-nya, kalo ngga percaya coba cek situs ini. Ternyata kalo demikian ini membuat daftar oprator selular yang menyediakan fasilitas internet unlimited semakin bertambah. Mulai dari Telkomsel Flash, Indosat M2 dan sekarang XL.

Disadari atau tidak perkembangan pengguna internet di Indonesia semakin bertambah. Saat ini, pengguna layanan Internet di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan setiap harinya. Menurut data dari internetworldstats.com, selama periode tahun 2008 saja tercatat sekitar 25 juta pengguna aktif Internet. Indonesia bahkan tercatat sebagai negara urutan kelima di Asia untuk besaran jumlah pengguna Internet.

Pertumbuhan pengguna Internet yang cukup tinggi tersebut direspon oleh para operator, melalui penyediaan berbagai jenis layanan akses Internet, baik yang bersifat fixed ataupun mobile, dengan berbagai ragam teknologi mulai dari ADSL,CDMA, 3G serta HSDPA.

Yah, bagi kita sebagai pengguna hanya bisa berharap semoga dengan semakin panasnya persaingan di dunia telekomunikasi bukan malah semakin memperjelek fasilitas dan layanan tetapi dengan adanya keadaan seperti ini justru malah memacu para penyedia jasa internet untuk semakin lebih memperhatikan kenyamanan penggunanya.

Internet-an dimanapun dan kapan pun…

Yahoo Messager!

Yahoo Messager!

Secara ngga nyadar, sebenarnya kita sebagai mahasiswa (baca:pengguna internet) memiliki ketergantungan yang sangat kepada internet. Bayangkan, setiap hari kita online di internet messager kita baik dengan komputer maupun dengan handphone, tentunya handphone yang mendukung buat chating.

Hmm.. siapa yang ngga doyan chatting yah? Sebagai salah satu aplikasi internet yang populer, chatting sudah menjadi aktifitas wajib para pengunjung dunia maya internet.

Dan keluwesan untuk selalu online, kapanpun dan dimanapun bisa jadi dambaan, khususnya buat mereka yang selalu ingin stay-in touch dengan teman atau kerabat.

Teknologi — memang membantu kita dalam menghadapi problematika hidup. Yap, bisa jadi masalah dong, kalo para pecandu chatting ini tidak bisa online karena keterbatasan akses internet.

Opera Mini

Opera Mini

Buat orang yang harus selalu online dengan internet messagernya kini sudah banyak handphone yang mendukung untuk dipasangi perangkat lunak buat chating bahkan melakukan browsing di internet. Untuk segi konektifitas ke jaringan global, kita saat ini sudah sangat dimanjakan terutama untuk masyarakat perkotaan karena jaringan telekomunikasi selular (GMS ato CDMA) sudah amat layak digunakan untuk koneksi internet denganberkembangnya teknologi GPRS, 3G atau bahkan HSDPA. Meskipun, untuk saat ini fasilitas 3G dan HSDPA baru terbatas untuk kota-kota tertentu. Mungkin beberapa tahun kedepan jaringan internet yang kata orang disebut dengan 3,5G (baca:HSDPA) dapat menjangkau daerah-daerah yang lebih luas. Sepertinya teori mengenai semakin menyusutnya dunia itu akan terjadi untuk beberapa tahun kedepan.

Ada beberapa perangkat lunak yang dapat dipasang di handphone agar handphone dapat selalu ‘online’ di internet.

1. Chating, untuk chating di hape kita bisa menggunakan IM+, Ebuddy, Nimbuzz, Yehba, Mig33 sampe Ymtiny.

2. Browsing, sementara untuk browsing di hape kita bisa menggunakan Opera Mini. (maaf baru tahu ini ajah) =)

Internet, temannya atau musuhnya Pendidikan?

internetAkhir-akhir ini kita sering mendengar berita tentang menjamurnya atau membumingnya sebuah situs kumunitas sosial yang memiliki brand Facebook. Banyak pengguna internet menggunakan situs tersebut untuk bersosialisasi dengan  teman-teman nya, termasuk pengguna internet kalangan pelajar dan mahasiswa (termasuk saya). Hal ini merupakan sebuah fenomena wajar karena saat ini kita sebagai pengguna internet sangat dimanjakan dengan tarif internet yang semakin miring atau bahkan gratis (ditempat-tempat free hotspot).

Pertanyaan yang kemudian muncul adalah, apakah koneksi internet mereka hanya digunakan untuk bersosialisasi saja? Padahal, internet merupakan tempatnya atau lebih tepatnya disebut MAHA GUDANG informasi yang dapat digali, yang dalam hal ini siswa dan mahasiswa dapat menggunakan koneksi internet tersebut untuk mencari data atau informasi yang berguna bagi kelangsungan studinya.

Saya punya pengalaman pribadi, pernah ada teman saya yang sudah punya koneksi internet menanyakan kepada saya mengenai tugas salah satu mata kuliah lalu saya jawab “tanyakan ke bang Google.” Ini membuktikan bahwa kita selaku pelajar dan mahasiswa belum mengetahui atau lebih tepatnya belum mengoptimalkan internet sebagai mesin pencari pengetahuan.

Sebenarnya internet membuat beberapa ancaman baru bagi peserta didik diantaranya :

  1. Banyak sekali siswa-siswi sudah biasa membuang terlalu banyak waktu main games, misalnya Play Station dan Games Online.
  2. Terlalu banyak siswa-siswi juga sudah mulai menghabiskan banyak waktu di Internet di situs-situs hiburan (atau cari jodoh) seperti Facebook, Yahoo Messenger dan Friendster
  3. Lebih dari 90% bahan dan informasi yang bermutu, yang dapat meluaskan dan membuka pikiran dan kreativitas anak kita di Internet dalam bahasa Inggris. (ini terjadi karena kemampuan bahasa inggris kita kurang.)

Apakah sekarang internet hanya digunakan untuk bersenang-senang semata? Apakah internet sekarang hanya digunakan untuk chating saja?

Pertanyaan ini hendaknya kita jawab dengan jujur…

Implikasi Internet Terhadap Pendidikan

Di luar negeri, khususnya di Amerika Serikat, IT dan Internet sudah betul-betul merasuk ke dalam kehidupan sehari-hari. Dalam berbagai hal dapat kita lihat implikasinya. Berbagai dokumen dapat kita baca untuk melihat hal ini. Tulisan ini hanya membahas implikasi dalam bidang Pendidikan.

Sejarah IT dan Internet tidak dapat dilepaskan dari bidang pendidikan. Internet di Amerika mulai tumbuh dari lingkungan akademis (NSFNET), seperti diceritakan dalam buku “Nerds 2.0.1″. Demikian pula Internet di Indonesia mulai tumbuh dilingkungan akademis (di UI dan ITB), meskipun cerita yang seru justru muncul di bidang bisnis. Mungkin perlu diperbanyak cerita tentang manfaat Internet bagi bidang pendidikan.

Adanya Internet membuka sumber informasi yang tadinya susah diakses. Akses terhadap sumber informasi bukan menjadi malasah lagi. Perpustakaan merupakan salah satu sumber informasi yang mahal harganya. (Berapa banyak perpustakaan di Indonesia, dan bagaimana kualitasnya?.) Adanya Internet memungkinkan seseorang di Indonesia untuk mengakses perpustakaan di Amerika Serikat. Mekanisme akses perpustakaan dapat dilakukan dengan menggunakan program khusus (biasanya menggunakan standar Z39.50, seperti WAIS ), aplikasi telnet (seperti pada aplikasi hytelnet ) atau melalui web browser (Netscape dan Internet Explorer). Sudah banyak cerita tentang pertolongan Internet dalam penelitian, tugas akhir. Tukar menukar informasi atau tanya jawab dengan pakar dapat dilakukan melalui Internet. Tanpa adanya Internet banyak tugas akhir dan thesis yang mungkin membutuhkan waktu yang lebih banyak untuk diselesaikan.

Kerjasama antar pakar dan juga dengan mahasiswa yang letaknya berjauhan secara fisik dapat dilakukan dengan lebih mudah. Dahulu, seseorang harus berkelana atau berjalan jauh untuk menemui seorang pakar untuk mendiskusikan sebuah masalah. Saat ini hal ini dapat dilakukan dari rumah dengan mengirimkan email. Makalah dan penelitian dapat dilakukan dengan saling tukar menukar data melalui Internet, via email, ataupun dengan menggunakan mekanisme file sharring. Bayangkan apabila seorang mahasiswa di Irian dapat berdiskusi masalah kedokteran dengan seoran pakar di universitas terkemuka di pulau Jawa. Mahasiswa dimanapun di Indonesia dapat mengakses pakar atau dosen yang terbaik di Indonesia dan bahkan di dunia. Batasan geografis bukan menjadi masalah lagi.

Sharring information juga sangat dibutuhkan dalam bidang penelitian agar penelitian tidak berulang (reinvent the wheel). Hasil-hasil penelitian di perguruan tinggi dan lembaga penelitian dapat digunakan bersama-sama sehingga mempercepat proses pengembangan ilmu dan teknologi.

Distance learning dan virtual university merupakan sebuah aplikasi baru bagi Internet. Bahkan tak kurang pakar ekonomi Peter Drucker mengatakan bahwa “Triggered by the Internet, continuing adult education may wll become our greatest growth industry”. (Lihat artikel majalah Forbes 15 Mei 2000.) Virtual university memiliki karakteristik yang scalable, yaitu dapat menyediakan pendidikan yang diakses oleh orang banyak. Jika pendidikan hanya dilakukan dalam kelas biasa, berapa jumlah orang yang dapat ikut serta dalam satu kelas? Jumlah peserta mungkin hanya dapat diisi 50 orang. Virtual university dapat diakses oleh siapa saja, darimana saja.

Bagi Indonesia, manfaat-manfaat yang disebutkan di atas sudah dapat menjadi alasan yang kuat untuk menjadikan Internet sebagai infrastruktur bidang pendidikan. Untuk merangkumkan manfaat Internet bagi bidang pendidikan di Indonesia:

Akses ke perpustakaan;

- Akses ke pakar;

- Menyediakan fasilitas kerjasama.

Inisiaif-inisiatif penggunaan IT dan Internet di bidang pendidikan di Indonesia sudah mulai bermunculan. Salah satu inisiatif yang sekarang sedang giat kami lakukan adalah program “Sekolah 2000″, dimana ditargetkan sejumlah sekolah (khususnya SMU dan SMK) terhubung ke Internet pada tahun 2000 ini. (Informasi mengenai program Sekolah 2000 ini dapat diperoleh dari situs Sekolah 2000 di http://www.sekolah2000.or.id) Inisiatif seperti ini perlu mendapat dukungan dari kita semua. Ingat, ini masa depan anak cucu kita semua.