Sudah hampir dua minggu, negara kita dihebohkan dengan adanya pernyataan @tifsembiring mengenai rencana pemblokiran akses browsing dari perangkat blackberry. Otomatis publik terbagi menjadi dua ada yang pro dan ada yang kontra.
Tif, beralasan bahwa RIM (produsen blackberry) sudah terlalu banyak meraup keuntungan dari Indonesia dengan pendapatan yang cukup besar karena memang pengguna blackberry tiap tahun terus bertambah. Dengan pendapatan sebesar itu negara tidak mendapatkan pajak darinya. Disisi lain, selama ini blackberry tidak membangun infrastruktur di Indonesia karena memang teknologi RIM bisa dikatakan hanya nebeng infratruktur dari provider lokal kemudian diteruskan ke data center di Kanada. Continue reading