Fenomena "Alay" di Kalangan Generasi Muda

Kring…. bunyi ponsel saya berdering dan langsung saya buka ada SMS dari rekan saya yang tidak perlu saya sebutkan namanya. Setelah dibuka isi SMS itu… Pusing pisan, bacanya soalnya tulisannya itu ngga tau pake bahasa apa. Tapi setelah saya telusuri huruf per huruf ternyata isinya nanyain nanti mau pulang ke rumah ngga?. Asal kalian tau, waktu yang saya butuhkan untuk memahami SMS itu sekitar 10 menit.Itulah sekelumit pengalaman saya mengenai fenomena kata-kata aneh yang saat ini sedang musim dan selalu eksis di Facebook, Twitter, SMS dan lain-lain. Orang-orang di kaskus menyebut bahwa orang-orang yang menggunakan bahasa-bahasa aneh itu disebut dengan ALAY. 

Setelah saya mencoba mencari apa sih yang disebut dengan alay. Akhirnya setelah membaca beberapa sumber akhirnya saya simpulkan alay adalah singkaran dari “anak layangan”. Pokoknya anak anak nora banget, gayanya sok asik.

Secara teknik ada beberapa cara orang nulis yang katanya disebut dengan tulisan alay diantaranya adalah :

  1. Menulis dengan mencapur adukan huruf besar dan huruf kecil dan terkadang dengan simbol-simbol.
  2. Menulis dengan mencampur adukan antara bahasa asing dengan bahasa Indonesia disertai dengan menambah-nambahkan huruf yang ngga penting.

Jika fenomena ini dibiarkan, maka mungkin 10 atau 20 tahun mendatang kita akan kehilangan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Padahal mereka, di sekolah masing-masing diajarkan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Mungkin pola pikir mereka yang memandang bahwa jika menggunakan kata-kata “alay” seperti itu terlihat gaul oleh teman-temannya.

Untuk mencegah fenomena “alay” yang merebak di facebook, maka akhir-akhir ini facebook melarang penggunaan nama yang mengandung karakter-karakter “alay”

Berikut ini adalah link ke sebuah posting di kaskus yang menjelaskan mengenai ciri-ciri alay. 

Share and Enjoy:
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • FriendFeed
  • RSS
  • Twitter
This entry was posted in Fenomena, Pendidikan TIK and tagged , , . Bookmark the permalink.

12 Responses to Fenomena "Alay" di Kalangan Generasi Muda

  1. alikhs says:

    tulisan alay sering saya dapatkan di HP, yang kirim biasa penggemar saya.. :)

    • iyah, fenomena itu sudah mengkhawatirkan… kita sebagai pendidik khususnya pendidik TIK wajib memberi tahu mereka bahwa itu adalah sesuatu yang salah…
      bukan hanya masalah alay, penggunaan etika teknologi pun patut kita tanamkan kepada peserta didik kita

  2. hahn says:

    5ump4h D3h 54ya bUk4n 4L4Y, 53r1u54n! 54y4 cuM4 M4nuS14 b1454/…. h1k5H15k
    :D

  3. gilang says:

    Memang, fenomena 4l4y memang lagi menjamur di kalangan anak2 abg, saya saja sampai bingung menjelaskan ke adik saya yang masih smp. Bahwa 4l4y itu katrok, tapi tetep saja di keukeuh. Soalnya lagi ngetrend, begitu jawabnya… hehehe

    Semoga, fenomena 4L4Y ini gag berlarut-larut. Dan generasi muda indonesia semakin lebih cinta menggunakan bahasa indonesia yang baik dan benar…

  4. yadirosdi says:

    siapa sih pencetus alay?

  5. hahn says:

    nuhun 4h t05 b3rkunjung

    hehehe….

  6. Deka Setiawan says:

    gunakanlah bahasa indonesia yang baik dan benar. terkecuali kita tinggal di hutan sendirian. “gunakanlah bahasa binatang yang baik dan benar”. qiqiqiq

  7. aku bukan alay says:

    Ooo…. Itukah namanya alay? memang sangat menyebalkan dan trkesan sok banget,,, apalagi kalau lwt sms gitu pake angka-angka, simbol simbol gak jelas…
    kalau di FB juga fotonya cuma punya dia sendri.. trus pake gaya2 yang sok imut.. aduh amit2 deh eneg banget liatnya..
    :x :x

  8. Kakbayu says:

    Setidaknya gaya nulis anak alay bagus buat bikin password

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

*


You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>