<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>catatan guru komputer&#187; catatan guru komputer</title>
	<atom:link href="http://educnology.web.id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://educnology.web.id</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Mon, 22 Feb 2010 06:24:40 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Mari Ber-internet Sehat</title>
		<link>http://educnology.web.id/aktifitas/mari-ber-internet-sehat/</link>
		<comments>http://educnology.web.id/aktifitas/mari-ber-internet-sehat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Feb 2010 06:24:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sandi Fajar  Rodiyansyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aktifitas]]></category>
		<category><![CDATA[Fenomena]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan TIK]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi Internet]]></category>
		<category><![CDATA[alay]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan ilmu komputer]]></category>
		<category><![CDATA[sehat]]></category>
		<category><![CDATA[social networking]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://educnology.web.id/?p=662</guid>
		<description><![CDATA[Teknologi internet saat ini mengalami penetrasi yang sangat tinggi di kalangan masyarakat. Terbukti dengan semakin bertambahnya pengguna internet. Dengan adanya fenomena tersebut maka internet saat ini menjadi sarana umum yang efektif untuk publikasi yang biasa digunakan oleh masyarakat mulai dari anak-anak, remaja, sampai orang tua. Mulai dari kalangan masyarakat bawah sampai kalangan terpelajar seperti mahasiswa, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Feducnology.web.id%2Faktifitas%2Fmari-ber-internet-sehat%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Feducnology.web.id%2Faktifitas%2Fmari-ber-internet-sehat%2F" height="61" width="51" /></a></div><p>Teknologi internet saat ini mengalami penetrasi yang sangat tinggi di kalangan masyarakat. Terbukti dengan semakin bertambahnya pengguna internet. Dengan adanya fenomena tersebut maka internet saat ini menjadi sarana umum yang efektif untuk publikasi yang biasa digunakan oleh masyarakat mulai dari anak-anak, remaja, sampai orang tua. Mulai dari kalangan masyarakat bawah sampai kalangan terpelajar seperti mahasiswa, dosen dan sebagainya. <span id="more-662"></span></p>
<p>Beberapa layanan internet yang menjadikan internet sebagai sarana umum adalah dengan adanya social networking, yang menjadikan kita seolah ditelanjangi oleh internet. Karena dengan social networking seseorang dapat dicari identitasnya, akfititasnya dan lain-lain.</p>
<p>Karena segala aktifitas dan identitas kita terpublikasikan di internet melalui social networking, maka kita harus memperhatikan apa yang akan kita masukan. Karena kalo dulu ada peribahasa yang menyebutkan bahwa &#8220;Anda adalah apa yang Anda katakan&#8221;, saat ini dengan adanya social networking peribahasa itu di revisi menjadi &#8220;Anda adalah apa yang Anda tuliskan di internet&#8221;.</p>
<p>Saat ini pemerintah sedang menggodok undang-undang konten multimedia di internet, yang banyak mengalami penolakan dari berbagai pihak. Mungkin, pemerintah sudah memperhatikan bahwa aktifitas ber-internet masyarakat Indonesia sudah diambang batas kewajaran, terbukti dengan semakin banyaknya kasus yang melibatkan banyak pihak yang melibatkan fasilitas internet.</p>
<p>Jadi, jika kita menolak rancangan undang-undang tersebut maka marilah kita semua mengaca diri dan mencoba menerapkan &#8220;ber-interet sehat&#8221;.</p>
<p>Karena konten yang kita publikasikan di internet baik melalui social networking atau pun blog akan dibaca oleh orang lain yang mungkin saja tidak kita kenali. Jika konten tersebut &#8220;sehat&#8221;, maka orang yang membaca konten kita akan memandang kita sehat. Namun sebaliknya, jika konten yang kita masukan &#8220;sakit&#8221;, maka orang akan memandang kita sakit.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://educnology.web.id/aktifitas/mari-ber-internet-sehat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Fenomena &#8220;Alay&#8221; di Kalangan Generasi Muda</title>
		<link>http://educnology.web.id/fenomena/fenomena-alay-di-kalangan-generasi-muda/</link>
		<comments>http://educnology.web.id/fenomena/fenomena-alay-di-kalangan-generasi-muda/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Feb 2010 00:21:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sandi Fajar  Rodiyansyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fenomena]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan TIK]]></category>
		<category><![CDATA[alay]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[generasi muda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://educnology.web.id/?p=653</guid>
		<description><![CDATA[Kring&#8230;. bunyi ponsel saya berdering dan langsung saya buka ada SMS dari rekan saya yang tidak perlu saya sebutkan namanya. Setelah dibuka isi SMS itu&#8230; Pusing pisan, bacanya soalnya tulisannya itu ngga tau pake bahasa apa. Tapi setelah saya telusuri huruf per huruf ternyata isinya nanyain nanti mau pulang ke rumah ngga?. Asal kalian tau, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Feducnology.web.id%2Ffenomena%2Ffenomena-alay-di-kalangan-generasi-muda%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Feducnology.web.id%2Ffenomena%2Ffenomena-alay-di-kalangan-generasi-muda%2F" height="61" width="51" /></a></div><p>Kring&#8230;. bunyi ponsel saya berdering dan langsung saya buka ada SMS dari rekan saya yang tidak perlu saya sebutkan namanya. Setelah dibuka isi SMS itu&#8230; Pusing pisan, bacanya soalnya tulisannya itu ngga tau pake bahasa apa. Tapi setelah saya telusuri huruf per huruf ternyata isinya nanyain nanti mau pulang ke rumah ngga?. Asal kalian tau, waktu yang saya butuhkan untuk memahami SMS itu sekitar 10 menit.<span id="more-653"></span>Itulah sekelumit pengalaman saya mengenai fenomena kata-kata aneh yang saat ini sedang musim dan selalu eksis di Facebook, Twitter, SMS dan lain-lain. Orang-orang di kaskus menyebut bahwa orang-orang yang menggunakan bahasa-bahasa aneh itu disebut dengan ALAY.&nbsp;</p>
<p>Setelah saya mencoba mencari apa sih yang disebut dengan alay. Akhirnya setelah membaca beberapa sumber akhirnya saya simpulkan alay adalah singkaran dari &#8220;anak layangan&#8221;. Pokoknya anak anak nora banget, gayanya sok asik.</p>
<p>Secara teknik ada beberapa cara orang nulis yang katanya disebut dengan tulisan alay diantaranya adalah :</p>
<ol>
<li>Menulis dengan mencapur adukan huruf besar dan huruf kecil dan terkadang dengan simbol-simbol.</li>
<li>Menulis dengan mencampur adukan antara bahasa asing dengan bahasa Indonesia disertai dengan menambah-nambahkan huruf yang ngga penting.</li>
</ol>
<p>Jika fenomena ini dibiarkan, maka mungkin 10 atau 20 tahun mendatang kita akan kehilangan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Padahal mereka, di sekolah masing-masing diajarkan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Mungkin pola pikir mereka yang memandang bahwa jika menggunakan kata-kata &#8220;alay&#8221; seperti itu terlihat gaul oleh teman-temannya.</p>
<p>Untuk mencegah fenomena &#8220;alay&#8221; yang merebak di facebook, maka akhir-akhir ini facebook melarang penggunaan nama yang mengandung karakter-karakter &#8220;alay&#8221;</p>
<p>Berikut ini adalah <a href="http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3356083">link</a> ke sebuah posting di kaskus yang menjelaskan mengenai ciri-ciri alay.&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://educnology.web.id/fenomena/fenomena-alay-di-kalangan-generasi-muda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengapa Kita Sulit Membuat Perencanaan</title>
		<link>http://educnology.web.id/aktifitas/mengapa-kita-sulit-membuat-perencanaan/</link>
		<comments>http://educnology.web.id/aktifitas/mengapa-kita-sulit-membuat-perencanaan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Jan 2010 13:25:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sandi Fajar  Rodiyansyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aktifitas]]></category>
		<category><![CDATA[kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[perencanaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://educnology.web.id/?p=648</guid>
		<description><![CDATA[Setiap orang pasti punya tujuan tertentu yang ingin diraih dalam hidup ini. Ada cita-cita seumur hidup, ada target-terget jangka pendek dan jangka panjang. Lalu, bagaimana cara untuk mencapainya? Tidak perlu khawatir, karena secara alamiah sebenarnya kita dilengkapi dengan mekanisme untuk berpikir dan menggunakan akal budi kita. Bayangkan jika kita mau memetik mangga yang pohonnya tinggi. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Feducnology.web.id%2Faktifitas%2Fmengapa-kita-sulit-membuat-perencanaan%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Feducnology.web.id%2Faktifitas%2Fmengapa-kita-sulit-membuat-perencanaan%2F" height="61" width="51" /></a></div><p>Setiap orang pasti punya tujuan tertentu yang ingin diraih dalam hidup ini. Ada cita-cita seumur hidup, ada target-terget jangka pendek dan jangka panjang. Lalu, bagaimana cara untuk mencapainya? Tidak perlu khawatir, karena secara alamiah sebenarnya kita dilengkapi dengan mekanisme untuk berpikir dan menggunakan akal budi kita. Bayangkan jika kita mau memetik mangga yang pohonnya tinggi. Apakah kita akan terus duduk dibawah pohon dan menunggu kapan mangga itu akan jatuh.</p>
<p>Tentu tidak kan, tapi kita akan melihat sekeliling, mencari bangku, tangga atau tongkat untuk mengambil mangga itu. Bahkan kalau perlu, kita bisa melemparinya dengan batu. Sederhana sekali bukan? Secara spontan akal kita akan bekerja dan mengatur perencanaan. Ada koordinasi yang baik dari kemauan, pikiran, perasaan juga tubuh kita. Untuk tingkat yang lebih dalam lagi adalah suara batin, keyakinan atau keimanan kita juga turut berperan.<span id="more-648"></span></p>
<p>Dalam dunia nyata, banyak pekerja atau pelaku bisnis yang melakukan sesuatu hanya berdasarkan situasi atau kebiasaan saja. Sering kali mereka terjebak dalam kondisi rutinitas. Atau sebaliknya jika terlalu menekankan pada perasaan, kita cenderung mengalir mengikuti <em>feeling </em>dan situasi dan mengabaikan pikiran kita dalam membuat perencanaan. Bahkan lebih ironis, kita bisa saja tidak mengerjakan rencana sendiri, tapi sibuk mengerjakan rencana orang lain. Hal itulah yang membuat kita sendiri gagal dan kehilangan peluang.</p>
<p><strong>Adapun beberapa penyebab sulitnya membuat perencanaan :</strong></p>
<ol>
<li><strong>Tidak punya tujuan yang jelas</strong><em><strong>.</strong> Life is an easy going</em>. Hidup santai dan seadanya. Jika sikap kita hanya seperti itu, kita akan merasa malas membuat tujuan dan perencanaan. Karena itu memerlukan waktu, tenaga, pikiran bahkan biaya yang mungkin tidak sedikit. Jika tidak mempunyai tujuan yang jelas, kita sulit memahami manfaat yang diperoleh dari suatu perencanaan. Kita akan menjadi pribadi yang tidak mau repot berpikir panjang untuk membuat analisis dan mengatur strategi.</li>
<li><strong>Tidak melihat gambaran besarnya. </strong>Jika kita menemukan sebuah potongan gambar <em>puzzle</em>, apa yang kita pikirkan? Mungkin, kita geleng-geleng kepala dan bingung karena gambarnya tidak jelas. Data yang kabur dan informasi yang kurang lengkap membuat pikiran kita jadi <em>hang </em>alias buntu. Banyak dari kita kurang terlatih melihat <em>big picture </em>dalam kehidupan kita. Juga tidak menyadari adanya keterkaitan dari suatu hal dengan hal lainnya. Hal ini menyebabkan kita sulit membuat perencanaan dan menyusun tahapan-tahapan dalam kehidupan kita.</li>
</ol>
<p>Perencanaan merupakan proses belajar seumur hidup, suatu proses <em>trial and error</em>, sehingga yang dapat dilakukan adalah membuat perencanaan sebaik mungkin. Suatu rencana yang optimal belum tentu <em>perfect</em>. Kegagalan dalam perencanaan atau macet dalam mengatur strategi sering kali membuat kita jadi patah semangat dan merasa enggan. Kita merasa trauma dan dikuasai perasaan takut gagal.</p>
<p>Dengan fenomena-fenomena tersebut, maka saya punya rumus umum untuk membuat perencanaan yaitu <strong>SMART</strong>:</p>
<ol>
<li>S = Spasific (Tujuan tertentu)</li>
<li>M = Measurable (Dapat diukur)</li>
<li>A = Achiveable (Dapat dicapai)</li>
<li>R = Reasonable (Memiliki alasan)</li>
<li>T = Timelines (Ada jangka waktu)</li>
</ol>
<p>Semoga membatu anda dalam melakukan perencanaan kehidupan anda!!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://educnology.web.id/aktifitas/mengapa-kita-sulit-membuat-perencanaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Power of Persist</title>
		<link>http://educnology.web.id/aktifitas/the-power-of-persist/</link>
		<comments>http://educnology.web.id/aktifitas/the-power-of-persist/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Dec 2009 17:56:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sandi Fajar  Rodiyansyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aktifitas]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[nasihat]]></category>
		<category><![CDATA[semangat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://educnology.web.id/?p=640</guid>
		<description><![CDATA[Proses terbentuknya sebuah kehidupan, dimulai dari bertemunya sel sperma dengan sel telur. Pada saat sel sperma keluar jumlahnya bisa mencapai 300 juta. Saat itu terjadi kompetisi yang sangat ketat, karena dari 300 juta tersebut hanya ada satu sel sperma yang bisa membuahi sel telur.
Saat melewati daerah keasaman tertentu dalam perjalanan menuju sel telur, banyak sperma [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Feducnology.web.id%2Faktifitas%2Fthe-power-of-persist%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Feducnology.web.id%2Faktifitas%2Fthe-power-of-persist%2F" height="61" width="51" /></a></div><p>Proses terbentuknya sebuah kehidupan, dimulai dari bertemunya sel sperma dengan sel telur. Pada saat sel sperma keluar jumlahnya bisa mencapai 300 juta. Saat itu terjadi kompetisi yang sangat ketat, karena dari 300 juta tersebut hanya ada satu sel sperma yang bisa membuahi sel telur.</p>
<p>Saat melewati daerah keasaman tertentu dalam perjalanan menuju sel telur, banyak sperma yang tidak tahan, sehinga 50% dari sperma tersebut mati ditengah jalan. <span id="more-640"></span></p>
<p>Yang luar biasa lagi, besarnya <em>spermatizoid</em> adalah 1 <em>micron</em> (1 milimeter = 1000 <em>micron</em>) padahal jarak (maaf) vagina dengan sel telur adalah 10 cm. Dibandingkan dengan ukuran sel sperma yang sangat kecil, tentu jarak 10 cm adalah jarak yang sangat jauh. Kalau dibandingkan dengan ukuran tubuh manusia, maka jarak yang ditempuh oleh sel sperma setara dengan 150 km jarak yang harus ditempuh oleh manusia.</p>
<p>Tahukan Anda bahwa satu sel sperma harus mengalahkan 300 juta pesaing, harus mampu bertahan dengan keasaman tertentu dan harus menempuh perjalanan yang begitu jauh dan satu sel sperma yang berhasil menang tersebut akhirnya bisa menjadi diri Anda.</p>
<p>Eksistensi diri kita hari ini membuktikan bahwa sejak dari mulanya kita adalah yang terbaik dari 300 juta pesaing. Dengan demikian kita memiliki kekuatan untuk bertahan dari apapun yang menghalangi kita untuk mencapai tujuan sehingga kompetisi dapat kita menangkan. Tidak ada alasan untuk kita menyerah menghadapi apapun. Karena kita adalah terbaik dari 300 juta pesaing, dahulu sebelum kita lahir.</p>
<p>Sumber : OXyGNNews Ed. 30 Nov-Des 2009</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://educnology.web.id/aktifitas/the-power-of-persist/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jika Teknologi Ditangan yang Salah</title>
		<link>http://educnology.web.id/fenomena/jika-teknologi-ditangan-yang-salah/</link>
		<comments>http://educnology.web.id/fenomena/jika-teknologi-ditangan-yang-salah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 23:54:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sandi Fajar  Rodiyansyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fenomena]]></category>
		<category><![CDATA[guru TIK]]></category>
		<category><![CDATA[kurikulum TIK]]></category>
		<category><![CDATA[pembelajaran TIK]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan ilmu komputer]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan TIK]]></category>
		<category><![CDATA[perangkat teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[tik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://educnology.web.id/?p=612</guid>
		<description><![CDATA[Jika diperhatikan Indonesia adalah negara yang mengkonsumsi teknologi cukup tinggi dan tidak tanggung-tangung teknologi yang digunakan adalah teknologi-teknologi terbaru yang terkadang itu melebihi dari kebutuhan.
Banyak orang Indonesia membeli teknologi itu bukan karena kebutuhan (mungkin termasuk saya dulu). Mereka lebih sering membeli perangkat teknologi itu karena prestise sehingga pemakaiannya pun mungkin tidak optimal. Maksudnya adalah perangkat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Feducnology.web.id%2Ffenomena%2Fjika-teknologi-ditangan-yang-salah%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Feducnology.web.id%2Ffenomena%2Fjika-teknologi-ditangan-yang-salah%2F" height="61" width="51" /></a></div><p>Jika diperhatikan Indonesia adalah negara yang mengkonsumsi teknologi cukup tinggi dan tidak tanggung-tangung teknologi yang digunakan adalah teknologi-teknologi terbaru yang terkadang itu melebihi dari kebutuhan.</p>
<p>Banyak orang Indonesia membeli teknologi itu bukan karena kebutuhan (mungkin termasuk saya dulu). <span id="more-612"></span>Mereka lebih sering membeli perangkat teknologi itu karena <em>prestise</em> sehingga pemakaiannya pun mungkin tidak optimal. Maksudnya adalah perangkat itu memiliki fitur yang banyak tapi si pengguna hanya menggunakan seperlunya atau bahkan si pengguna tidak tahu bahwa mereka itu memiliki perangkat teknologi yang memiliki fitur yang  handal, itu dikarenakan mereka cuma beralasan <em>prestise</em> dalam membeli teknologi bukan kebutuhan.</p>
<p>Tidak hanya itu, saya sering pergi ke lembaga-lembaga pemerintah atau swasta dan saya coba perhatikan penggunaan perangkat teknologi di sana. Setelah itu coba membandingkan antara satu lembaga dengan lembaga yang lain dan ternyata dapat saya simpulkan bahwa mereka juga memiliki karakteristik yang sama, yaitu boros dalam hal pengadaan teknologi. Hal ini tercermin dari banyak perangkat-perangkat yang &#8216;nganggur&#8217; dan hanya tersimpan di gudang dan tidak digunakan padahal perangkat itu adalah perangkat yang relatif mahal (bayangkan, sebuah server merk HP dibiarkan tergeletak di pojok ruangan).</p>
<p>Mungkin, melalui tulisan ini saya mengajak kepada umat manusia Indonesia hendaknya <em><strong>jangan membeli kucing dalam karung</strong></em> artinya jika kita membeli perangkat apalagi perangkat yang mahal hendaknya mengetahui fitur-fitur yang ditawarkannya, jika memang perlu maka belilah dan gunakan seoptimal mungkin agar rupiah yang dikeluarkan tidak sia-sia dan apabila fitur-fitur itu terllu berlebihan buat kita maka hendaknya membeli perangkat lain yang lebih sesuai agak rupiah kita tidak sia-sia.</p>
<p>Demikian, semoga bermanfaat&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://educnology.web.id/fenomena/jika-teknologi-ditangan-yang-salah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cek Rute Perjalanan Anda dengan Google Maps</title>
		<link>http://educnology.web.id/teknologi-internet/cek-rute-perjalanan-anda-dengan-google-maps/</link>
		<comments>http://educnology.web.id/teknologi-internet/cek-rute-perjalanan-anda-dengan-google-maps/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 18:22:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sandi Fajar  Rodiyansyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teknologi Internet]]></category>
		<category><![CDATA[google]]></category>
		<category><![CDATA[guru TIK]]></category>
		<category><![CDATA[kurikulum TIK]]></category>
		<category><![CDATA[pembelajaran TIK]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan ilmu komputer]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan TIK]]></category>
		<category><![CDATA[tik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://educnology.web.id/?p=588</guid>
		<description><![CDATA[Google memang ngga henti-hentinya mengembangkan teknologi internet untuk mempermudah manusia menjalankan kehidupannya. Dan salah satu aktifitas manusia yang dilirik google adalah mobilitas manusia yang sangat tinggi.
Dengan keadaan seperti itu maka google meluncurkan Google Map. Dimana perangkat lunak tersebut bisa membantu Anda dalam melihat citra bumi atau peta di seluruh penjuru dunia. Tidak hanya itu, perangkat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Feducnology.web.id%2Fteknologi-internet%2Fcek-rute-perjalanan-anda-dengan-google-maps%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Feducnology.web.id%2Fteknologi-internet%2Fcek-rute-perjalanan-anda-dengan-google-maps%2F" height="61" width="51" /></a></div><p><a href="http://google.com">Google </a>memang ngga henti-hentinya mengembangkan teknologi internet untuk mempermudah manusia menjalankan kehidupannya. Dan salah satu aktifitas manusia yang dilirik google adalah mobilitas manusia yang sangat tinggi.</p>
<p>Dengan keadaan seperti itu maka google meluncurkan <a href="http://maps.google.com/">Google Map</a>. Dimana perangkat lunak tersebut bisa membantu Anda dalam melihat citra bumi atau peta di seluruh penjuru dunia. Tidak hanya itu, perangkat lunak tersebut juga bisa memberikan informasi jalur yang terdekat jika kita hendak pergi dari kota A menuju kota B.<span id="more-588"></span></p>
<p><strong>Contoh :</strong></p>
<p>Kita akan menentukan jalur dari <a href="http://www.majalengkakab.go.id">Majalengka </a>ke <a href="http://www.bandung.go.id">Bandung</a>. Kita hanya tinggal memasukan nama kota asal di form A (<a href="http://www.majalengkakab.go.id">Majalengka</a>) dan kota tujuan di form B (<a href="http://www.bandung.go.id">Bandung</a>). Setelah itu klik <strong>Get Directions</strong>. Maka kemudian peta akan menunjukan jalur terdekat dari kota A menuju kota B</p>
<p>Tidak hanya itu, <a href="http://maps.google.com/">Google Maps</a> juga memberika petunjuk perjalanan yang diberikan untuk digunakan sebagai petunjuk bagi &#8220;supir&#8221; dalam melakukan perjalanan.</p>
<p>Untuk lebih jelasnya lihat gambar di bawah ini :</p>
<p><img class="aligncenter" title="google maps" src="http://i684.photobucket.com/albums/vv207/galuh29/bibibi.jpg" alt="" width="448" height="336" /></p>
<ol>
<li>Pada bagian 1 itu merukapan form yang harus diisi kota asal dan kota tujuan.</li>
<li>Pada bagian 2 itu merupakan map perjalanan dari kota asal menuju kota tujuan.</li>
<li>Pada bagian 3 itu merupakan petunjuk perjalanan bagi supir dalam menempuh perjalanan dari kota asal menuju kota tujuan.</li>
</ol>
<p>Semoga bermanfaat!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://educnology.web.id/teknologi-internet/cek-rute-perjalanan-anda-dengan-google-maps/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kurikulum TIK Cenderung Membuat Peserta Didik Menjadi &#8216;User&#8217;</title>
		<link>http://educnology.web.id/pendidikan-tik/kurikulum-tik-cenderung-membuat-peserta-didik-menjadi-user/</link>
		<comments>http://educnology.web.id/pendidikan-tik/kurikulum-tik-cenderung-membuat-peserta-didik-menjadi-user/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Nov 2009 00:51:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sandi Fajar  Rodiyansyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan TIK]]></category>
		<category><![CDATA[guru TIK]]></category>
		<category><![CDATA[kurikulum TIK]]></category>
		<category><![CDATA[pembelajaran TIK]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan ilmu komputer]]></category>
		<category><![CDATA[tik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://educnology.web.id/?p=579</guid>
		<description><![CDATA[Pelajaran TIK bisa dibilang sebagai mata pelajaran yang relatif baru yang pada tahun 2004 menjadi mata pelajaran wajib dipelajari peserta didik di sekolah. Pada mata pelajaran ini peserta didik mengenal, mempraktikan dan menguasai berbagai komponen dan kegunaan dari berbagai perangkat teknologi informasi. Mata pelajaran TIK dimaksudkan untuk mempersiapkan kompetensi peserta didik di bidang TIK agar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Feducnology.web.id%2Fpendidikan-tik%2Fkurikulum-tik-cenderung-membuat-peserta-didik-menjadi-user%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Feducnology.web.id%2Fpendidikan-tik%2Fkurikulum-tik-cenderung-membuat-peserta-didik-menjadi-user%2F" height="61" width="51" /></a></div><p><a href="http://cs.upi.edu/v2/index.php?page=guru-tik/">Pelajaran TIK </a>bisa dibilang sebagai mata pelajaran yang relatif baru yang pada tahun 2004 menjadi mata pelajaran wajib dipelajari peserta didik di sekolah. Pada mata pelajaran ini peserta didik mengenal, mempraktikan dan menguasai berbagai komponen dan kegunaan dari berbagai perangkat teknologi informasi. Mata pelajaran TIK dimaksudkan untuk mempersiapkan kompetensi peserta didik di bidang <a href="http://cs.upi.edu">TIK </a>agar mampu menghadapi perkembangan <a href="http://cs.upi.edu">TIK </a>yang sedemikian berkembang pesat sehingga mereka mampu menghadapi tantangan global dan perubahan yang sangat cepat.<span id="more-579"></span></p>
<p>Mata pelajaran <a href="http://cs.upi.edu">Teknologi Informasi dan Komunikasi</a> pada jenjang SMA/MA mencakup penguasaan keterampilan komputer, prinsip kerja berbagai jenis peralatan<br />
komunikasi dan cara memperoleh, mengolah dan mengkomunikasikan informasi. Mata pelajaran ini merupakan kelanjutan dari pengenalan Teknologi Informasi dan Komunikasi yang telah diperoleh pada jenjang SMP/MTs, sekaligus sebagai bekal bagi peserta didik untuk beradaptasi dengan dunia kerja dan perkembangan dunia termasuk pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi.</p>
<p>Berdasarkan Standar Isi yang dikeluarkan Depdiknas untuk mata pelajaran <a href="http://cs.upi.edu">TIK</a>, tujuan dari pembelajaran <a href="http://cs.upi.edu">TIK </a>di SMA adalah sebagai berikut :</p>
<ol>
<li>Memahami teknologi informasi dan komunikasi.</li>
<li>Mengembangkan keterampilan untuk memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi.</li>
<li>Mengembangkan sikap kritis, kreatif, apresiatif dan mandiri dalam pengunaan teknologi informasi dan komunikasi.</li>
<li>Menghargai karya cipta di bidang teknologi informasi dan komunikasi.</li>
</ol>
<p>Dan ruang lingkup kurikulum <a href="http://cs.upi.edu">TIK </a>untuk tingkat SMA adalah sebagai berikut :</p>
<ol>
<li>Perangkat keras dan perangkat lunak yang digunakan untuk mengumpulkan, menyimpan, memanipulasi dan menyajikan informasi.</li>
<li>Penggunaan alat bantu untuk memproses dan memindahkan data dari satu perangkat ke perangkat lain.</li>
</ol>
<p>Jika diuraikan lebih rinci mengenai kurikulum <a href="http://cs.upi.edu">TIK </a>yang sekarang sedang digunakan maka saya berpendapat bahwa kurikulum itu cenderung membuat peserta didik hanya menjadi &#8216;user&#8217; atau pengguna perangkat teknologi informasi dan komunikasi. Dalam pembelajaran yang dilakukan berdasarkan kurikulum tersebut siswa hanya belajar bagaimana cara menggunakan perangkat teknologi informasi dan komunikasi. Hal ini tercermin dari standar kompetensi yang diberlakukan dalam kurikulum itu yang lebih ke arah menggunakan. Contoh : Pada kelas X semester 2 ada standar kompetensi &#8220;menggunakan sistem operasi komputer&#8221;.</p>
<p>Alangkah lebih baik jika guru komputer atau guru <a href="http://cs.upi.edu">TIK </a>untuk lebih mengembangkan kurikulum ke arah pembelajaran yang bersifat mendesain teknologi informasi dan komunikasi. Misalkan, diperkenalkan bagaimana proses kerja komputer yang lebih detail, sehingga siswa menjadi lebih tahu bahwa komputer merupakan perangkat yang rumit tidak hanya sekedar &#8220;INPUT&#8211;PROSES&#8211;OUTPUT&#8221; atau bahkan siswa diajak untuk membuat semacam program-program kecil agar siswa menjadi lebih tahu bahwa software yang digunakan merupakan hasil kerja keras para programmer sehingga siswa lebih menghargai HAKI.</p>
<p>Bacaan lainnya :</p>
<ol>
<li><a href="http://cs.upi.edu/v2/index.php?page=guru-tik/">http://cs.upi.edu/v2/index.php?page=guru-tik/</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pendidikan_Ilmu_Komputer/http://id.wikipedia.org/wiki/Pendidikan_Ilmu_Komputer/">http://id.wikipedia.org/wiki/Pendidikan_Ilmu_Komputer/</a></li>
<li><a href="http://tsauri28.myhaley.com/blog/kemanakah-ruh-kurikulum-tik/">http://tsauri28.myhaley.com/blog/kemanakah-ruh-kurikulum-tik/</a></li>
<li><a href="http://ikhs.wordpress.com/2009/11/05/pendidikan-ilmu-komputer-up-mengawali-guru-tik-di-indonesia/">http://ikhs.wordpress.com/2009/11/05/pendidikan-ilmu-komputer-up-mengawali-guru-tik-di-indonesia/</a></li>
<li><a rel="nofollow" href="http://gurukomputer.web.id/2009/11/07/berkenalan-dengan-guru-tik-teknologi-informasi-dan-komunikasi-dan-pendidikan-ilmu-komputer/">http://gurukomputer.web.id/2009/11/07/berkenalan-dengan-guru-tik-teknologi-informasi-dan-komunikasi-dan-pendidikan-ilmu-komputer/</a></li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://educnology.web.id/pendidikan-tik/kurikulum-tik-cenderung-membuat-peserta-didik-menjadi-user/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
