<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Catatan Guru Komputer &#187; Pendidikan TIK</title>
	<atom:link href="http://educnology.web.id/category/pendidikan-tik/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://educnology.web.id</link>
	<description>Lecturer, Researcher, Teacher</description>
	<lastBuildDate>Mon, 16 Jan 2012 02:12:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Jangan Main-main dengan Internet.</title>
		<link>http://educnology.web.id/fenomena/jangan-main-main-dengan-internet/</link>
		<comments>http://educnology.web.id/fenomena/jangan-main-main-dengan-internet/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Jun 2010 11:47:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sandi Fajar Rodiyansyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fenomena]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan TIK]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi Internet]]></category>
		<category><![CDATA[etika]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://educnology.web.id/?p=688</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini, 8 Juni 2010. Ini adalah tulisan pertama saya yang saya tulis di yogyakarta. Setelah sekian lama vakum nulis di blog karena berbagai kesibukan yang harus saya jalani akhir-akhir ini. Tapi bukan tentang saya sibuk yang akan dibahas di &#8230; <a href="http://educnology.web.id/fenomena/jangan-main-main-dengan-internet/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini, 8 Juni 2010. Ini adalah tulisan pertama saya yang saya tulis di yogyakarta. Setelah sekian lama vakum nulis di blog karena berbagai kesibukan yang harus saya jalani akhir-akhir ini. Tapi bukan tentang saya sibuk yang akan dibahas di tulisan ini.</p>
<p>Satu minggu kebelakang, media cetak, televisi, radio dan terlebih media internet digegerkan dengan beredarnya video yang tidak layak ditonton oleh anak kecil alias video porno dari sepasang kekasih selebritis Indonesia A dan LM. Belum berita video A dan LM mereda kembali beredar video porno yang kali ini masih dari A namun pasangan wanitanya bukan LM melainkan CT.<span id="more-688"></span></p>
<p>Ada apa gerangan dengan pemanfaatan internet di Indonesia? Pertanyaan ini muncul di benak saya dalam melihat fenomena internet di Indonesia akhir-akhir ini. Apakah moral bangsa ini menjadi terjun bebas gara-gara teknologi atau seperti apa, saya masih belum bisa menyimpulkannya.</p>
<p>Internet, jika kita membaca dan mendengar kata itu pikiran kita akan langsung tertuju pada komputer dan informasi. ya, informasi karena dengan internet semua informasi (yang baik dan yang buruk) tersebar ke seluruh dunia secara cepat. Ya benar,, CEPAT. Coba Anda bayangkan, ketika Anda menuliskan status facebook misalnya atau twitter maka ketika Anda memposting status tersebut secara langsung Anda memberi tahu dunia bahwa Anda sudah menuliskan status itu. Tidak hanya facebook dan twitter banyak fasilitas yang lain yang bisa digunakan. Intinya, ketika Anda memposting sesuatu ke internet (dengan layanan apapun) maka secara langsung Anda sudah mendokumentasikan postingan tersebut dan boleh jadi bisa diakses di seluruh dunia.</p>
<p>Oleh karena itu, karena internet adalah bersifat global maka kita dituntut untuk menggunakannya searif dan sebijaksana mungkin. Karena sesuatu yang Anda masukan mungkin akan berpengaruh terhadap orang lain terlebih jika isi postingan itu mengandung hal-hal yang dianggap kurang baik oleh masyarakat kebanyakannya. Oleh karena itu, jika Anda berniat memasukan sesuatu ke internet yang dinilai kurang baik hendaknya Anda memikirkannya masak-masak.</p>
<p>Melalui ini saya mengajak kepada pembaca sekalian marilah kita lebih bijak dalam menggunakan teknologi yang sudah diciptakan oleh orang-orang pintar untuk membantu pekerjaan manusia agar lebih mudah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://educnology.web.id/fenomena/jangan-main-main-dengan-internet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mari Ber-internet Sehat</title>
		<link>http://educnology.web.id/aktifitas/mari-ber-internet-sehat/</link>
		<comments>http://educnology.web.id/aktifitas/mari-ber-internet-sehat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Feb 2010 06:24:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sandi Fajar Rodiyansyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aktifitas]]></category>
		<category><![CDATA[Fenomena]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan TIK]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi Internet]]></category>
		<category><![CDATA[alay]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan ilmu komputer]]></category>
		<category><![CDATA[sehat]]></category>
		<category><![CDATA[social networking]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://educnology.web.id/?p=662</guid>
		<description><![CDATA[Teknologi internet saat ini mengalami penetrasi yang sangat tinggi di kalangan masyarakat. Terbukti dengan semakin bertambahnya pengguna internet. Dengan adanya fenomena tersebut maka internet saat ini menjadi sarana umum yang efektif untuk publikasi yang biasa digunakan oleh masyarakat mulai dari &#8230; <a href="http://educnology.web.id/aktifitas/mari-ber-internet-sehat/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Teknologi internet saat ini mengalami penetrasi yang sangat tinggi di kalangan masyarakat. Terbukti dengan semakin bertambahnya pengguna internet. Dengan adanya fenomena tersebut maka internet saat ini menjadi sarana umum yang efektif untuk publikasi yang biasa digunakan oleh masyarakat mulai dari anak-anak, remaja, sampai orang tua. Mulai dari kalangan masyarakat bawah sampai kalangan terpelajar seperti mahasiswa, dosen dan sebagainya. <span id="more-662"></span></p>
<p>Beberapa layanan internet yang menjadikan internet sebagai sarana umum adalah dengan adanya social networking, yang menjadikan kita seolah ditelanjangi oleh internet. Karena dengan social networking seseorang dapat dicari identitasnya, akfititasnya dan lain-lain.</p>
<p>Karena segala aktifitas dan identitas kita terpublikasikan di internet melalui social networking, maka kita harus memperhatikan apa yang akan kita masukan. Karena kalo dulu ada peribahasa yang menyebutkan bahwa &#8220;Anda adalah apa yang Anda katakan&#8221;, saat ini dengan adanya social networking peribahasa itu di revisi menjadi &#8220;Anda adalah apa yang Anda tuliskan di internet&#8221;.</p>
<p>Saat ini pemerintah sedang menggodok undang-undang konten multimedia di internet, yang banyak mengalami penolakan dari berbagai pihak. Mungkin, pemerintah sudah memperhatikan bahwa aktifitas ber-internet masyarakat Indonesia sudah diambang batas kewajaran, terbukti dengan semakin banyaknya kasus yang melibatkan banyak pihak yang melibatkan fasilitas internet.</p>
<p>Jadi, jika kita menolak rancangan undang-undang tersebut maka marilah kita semua mengaca diri dan mencoba menerapkan &#8220;ber-interet sehat&#8221;.</p>
<p>Karena konten yang kita publikasikan di internet baik melalui social networking atau pun blog akan dibaca oleh orang lain yang mungkin saja tidak kita kenali. Jika konten tersebut &#8220;sehat&#8221;, maka orang yang membaca konten kita akan memandang kita sehat. Namun sebaliknya, jika konten yang kita masukan &#8220;sakit&#8221;, maka orang akan memandang kita sakit.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://educnology.web.id/aktifitas/mari-ber-internet-sehat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Fenomena &quot;Alay&quot; di Kalangan Generasi Muda</title>
		<link>http://educnology.web.id/fenomena/fenomena-alay-di-kalangan-generasi-muda/</link>
		<comments>http://educnology.web.id/fenomena/fenomena-alay-di-kalangan-generasi-muda/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Feb 2010 00:21:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sandi Fajar Rodiyansyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fenomena]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan TIK]]></category>
		<category><![CDATA[alay]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[generasi muda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://educnology.web.id/?p=653</guid>
		<description><![CDATA[Kring&#8230;. bunyi ponsel saya berdering dan langsung saya buka ada SMS dari rekan saya yang tidak perlu saya sebutkan namanya. Setelah dibuka isi SMS itu&#8230; Pusing pisan, bacanya soalnya tulisannya itu ngga tau pake bahasa apa. Tapi setelah saya telusuri &#8230; <a href="http://educnology.web.id/fenomena/fenomena-alay-di-kalangan-generasi-muda/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kring&#8230;. bunyi ponsel saya berdering dan langsung saya buka ada SMS dari rekan saya yang tidak perlu saya sebutkan namanya. Setelah dibuka isi SMS itu&#8230; Pusing pisan, bacanya soalnya tulisannya itu ngga tau pake bahasa apa. Tapi setelah saya telusuri huruf per huruf ternyata isinya nanyain nanti mau pulang ke rumah ngga?. Asal kalian tau, waktu yang saya butuhkan untuk memahami SMS itu sekitar 10 menit.<span id="more-653"></span>Itulah sekelumit pengalaman saya mengenai fenomena kata-kata aneh yang saat ini sedang musim dan selalu eksis di Facebook, Twitter, SMS dan lain-lain. Orang-orang di kaskus menyebut bahwa orang-orang yang menggunakan bahasa-bahasa aneh itu disebut dengan ALAY.&nbsp;</p>
<p>Setelah saya mencoba mencari apa sih yang disebut dengan alay. Akhirnya setelah membaca beberapa sumber akhirnya saya simpulkan alay adalah singkaran dari &#8220;anak layangan&#8221;. Pokoknya anak anak nora banget, gayanya sok asik.</p>
<p>Secara teknik ada beberapa cara orang nulis yang katanya disebut dengan tulisan alay diantaranya adalah :</p>
<ol>
<li>Menulis dengan mencapur adukan huruf besar dan huruf kecil dan terkadang dengan simbol-simbol.</li>
<li>Menulis dengan mencampur adukan antara bahasa asing dengan bahasa Indonesia disertai dengan menambah-nambahkan huruf yang ngga penting.</li>
</ol>
<p>Jika fenomena ini dibiarkan, maka mungkin 10 atau 20 tahun mendatang kita akan kehilangan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Padahal mereka, di sekolah masing-masing diajarkan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Mungkin pola pikir mereka yang memandang bahwa jika menggunakan kata-kata &#8220;alay&#8221; seperti itu terlihat gaul oleh teman-temannya.</p>
<p>Untuk mencegah fenomena &#8220;alay&#8221; yang merebak di facebook, maka akhir-akhir ini facebook melarang penggunaan nama yang mengandung karakter-karakter &#8220;alay&#8221;</p>
<p>Berikut ini adalah <a href="http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3356083">link</a> ke sebuah posting di kaskus yang menjelaskan mengenai ciri-ciri alay.&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://educnology.web.id/fenomena/fenomena-alay-di-kalangan-generasi-muda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kurikulum TIK Cenderung Membuat Peserta Didik Menjadi &#039;User&#039;</title>
		<link>http://educnology.web.id/pendidikan-tik/kurikulum-tik-cenderung-membuat-peserta-didik-menjadi-user/</link>
		<comments>http://educnology.web.id/pendidikan-tik/kurikulum-tik-cenderung-membuat-peserta-didik-menjadi-user/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Nov 2009 00:51:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sandi Fajar Rodiyansyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan TIK]]></category>
		<category><![CDATA[guru TIK]]></category>
		<category><![CDATA[kurikulum TIK]]></category>
		<category><![CDATA[pembelajaran TIK]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan ilmu komputer]]></category>
		<category><![CDATA[tik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://educnology.web.id/?p=579</guid>
		<description><![CDATA[Pelajaran TIK bisa dibilang sebagai mata pelajaran yang relatif baru yang pada tahun 2004 menjadi mata pelajaran wajib dipelajari peserta didik di sekolah. Pada mata pelajaran ini peserta didik mengenal, mempraktikan dan menguasai berbagai komponen dan kegunaan dari berbagai perangkat &#8230; <a href="http://educnology.web.id/pendidikan-tik/kurikulum-tik-cenderung-membuat-peserta-didik-menjadi-user/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://cs.upi.edu/v2/index.php?page=guru-tik/">Pelajaran TIK </a>bisa dibilang sebagai mata pelajaran yang relatif baru yang pada tahun 2004 menjadi mata pelajaran wajib dipelajari peserta didik di sekolah. Pada mata pelajaran ini peserta didik mengenal, mempraktikan dan menguasai berbagai komponen dan kegunaan dari berbagai perangkat teknologi informasi. Mata pelajaran TIK dimaksudkan untuk mempersiapkan kompetensi peserta didik di bidang <a href="http://cs.upi.edu">TIK </a>agar mampu menghadapi perkembangan <a href="http://cs.upi.edu">TIK </a>yang sedemikian berkembang pesat sehingga mereka mampu menghadapi tantangan global dan perubahan yang sangat cepat.<span id="more-579"></span></p>
<p>Mata pelajaran <a href="http://cs.upi.edu">Teknologi Informasi dan Komunikasi</a> pada jenjang SMA/MA mencakup penguasaan keterampilan komputer, prinsip kerja berbagai jenis peralatan<br />
komunikasi dan cara memperoleh, mengolah dan mengkomunikasikan informasi. Mata pelajaran ini merupakan kelanjutan dari pengenalan Teknologi Informasi dan Komunikasi yang telah diperoleh pada jenjang SMP/MTs, sekaligus sebagai bekal bagi peserta didik untuk beradaptasi dengan dunia kerja dan perkembangan dunia termasuk pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi.</p>
<p>Berdasarkan Standar Isi yang dikeluarkan Depdiknas untuk mata pelajaran <a href="http://cs.upi.edu">TIK</a>, tujuan dari pembelajaran <a href="http://cs.upi.edu">TIK </a>di SMA adalah sebagai berikut :</p>
<ol>
<li>Memahami teknologi informasi dan komunikasi.</li>
<li>Mengembangkan keterampilan untuk memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi.</li>
<li>Mengembangkan sikap kritis, kreatif, apresiatif dan mandiri dalam pengunaan teknologi informasi dan komunikasi.</li>
<li>Menghargai karya cipta di bidang teknologi informasi dan komunikasi.</li>
</ol>
<p>Dan ruang lingkup kurikulum <a href="http://cs.upi.edu">TIK </a>untuk tingkat SMA adalah sebagai berikut :</p>
<ol>
<li>Perangkat keras dan perangkat lunak yang digunakan untuk mengumpulkan, menyimpan, memanipulasi dan menyajikan informasi.</li>
<li>Penggunaan alat bantu untuk memproses dan memindahkan data dari satu perangkat ke perangkat lain.</li>
</ol>
<p>Jika diuraikan lebih rinci mengenai kurikulum <a href="http://cs.upi.edu">TIK </a>yang sekarang sedang digunakan maka saya berpendapat bahwa kurikulum itu cenderung membuat peserta didik hanya menjadi &#8216;user&#8217; atau pengguna perangkat teknologi informasi dan komunikasi. Dalam pembelajaran yang dilakukan berdasarkan kurikulum tersebut siswa hanya belajar bagaimana cara menggunakan perangkat teknologi informasi dan komunikasi. Hal ini tercermin dari standar kompetensi yang diberlakukan dalam kurikulum itu yang lebih ke arah menggunakan. Contoh : Pada kelas X semester 2 ada standar kompetensi &#8220;menggunakan sistem operasi komputer&#8221;.</p>
<p>Alangkah lebih baik jika guru komputer atau guru <a href="http://cs.upi.edu">TIK </a>untuk lebih mengembangkan kurikulum ke arah pembelajaran yang bersifat mendesain teknologi informasi dan komunikasi. Misalkan, diperkenalkan bagaimana proses kerja komputer yang lebih detail, sehingga siswa menjadi lebih tahu bahwa komputer merupakan perangkat yang rumit tidak hanya sekedar &#8220;INPUT&#8211;PROSES&#8211;OUTPUT&#8221; atau bahkan siswa diajak untuk membuat semacam program-program kecil agar siswa menjadi lebih tahu bahwa software yang digunakan merupakan hasil kerja keras para programmer sehingga siswa lebih menghargai HAKI.</p>
<p>Bacaan lainnya :</p>
<ol>
<li><a href="http://cs.upi.edu/v2/index.php?page=guru-tik/">http://cs.upi.edu/v2/index.php?page=guru-tik/</a></li>
<li><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pendidikan_Ilmu_Komputer/http://id.wikipedia.org/wiki/Pendidikan_Ilmu_Komputer/">http://id.wikipedia.org/wiki/Pendidikan_Ilmu_Komputer/</a></li>
<li><a href="http://tsauri28.myhaley.com/blog/kemanakah-ruh-kurikulum-tik/">http://tsauri28.myhaley.com/blog/kemanakah-ruh-kurikulum-tik/</a></li>
<li><a href="http://ikhs.wordpress.com/2009/11/05/pendidikan-ilmu-komputer-up-mengawali-guru-tik-di-indonesia/">http://ikhs.wordpress.com/2009/11/05/pendidikan-ilmu-komputer-up-mengawali-guru-tik-di-indonesia/</a></li>
<li><a rel="nofollow" href="http://gurukomputer.web.id/2009/11/07/berkenalan-dengan-guru-tik-teknologi-informasi-dan-komunikasi-dan-pendidikan-ilmu-komputer/">http://gurukomputer.web.id/2009/11/07/berkenalan-dengan-guru-tik-teknologi-informasi-dan-komunikasi-dan-pendidikan-ilmu-komputer/</a></li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://educnology.web.id/pendidikan-tik/kurikulum-tik-cenderung-membuat-peserta-didik-menjadi-user/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>CPNS &#039;Pasar&#039; Sensitif Bagi Universitas</title>
		<link>http://educnology.web.id/pendidikan-tik/cpns-pasar-sensitif-bagi-universitas/</link>
		<comments>http://educnology.web.id/pendidikan-tik/cpns-pasar-sensitif-bagi-universitas/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Nov 2009 23:31:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sandi Fajar Rodiyansyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan TIK]]></category>
		<category><![CDATA[guru TIK]]></category>
		<category><![CDATA[kurikulum TIK]]></category>
		<category><![CDATA[pembelajaran TIK]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan ilmu komputer]]></category>
		<category><![CDATA[tik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://educnology.web.id/?p=562</guid>
		<description><![CDATA[Akhir-akhir ini di seantero Indonesia sedang dilakukan perekrutan CPNS baik untuk tingkat pusat maupun daerah. Yang mana sumber daya manusia yang direkrut dalam perekrtuan ini sebagian besar adalah luluan pendidikan tinggi. Mungkin dengan event inilah eksistensi universitas, sekolah tinggi, akademi &#8230; <a href="http://educnology.web.id/pendidikan-tik/cpns-pasar-sensitif-bagi-universitas/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Akhir-akhir ini di seantero Indonesia sedang dilakukan perekrutan CPNS baik untuk tingkat pusat maupun daerah. Yang mana sumber daya manusia yang direkrut dalam perekrtuan ini sebagian besar adalah luluan pendidikan tinggi. Mungkin dengan event inilah eksistensi universitas, sekolah tinggi, akademi dan atau semacamnya untuk memasarkan lulusannya. Yang akan terjun bebas di dunia nyata dalam rangka pembangunan nasional.<span id="more-562"></span></p>
<p>Sebagai salah seorang alumni<a href="http://cs.upi.edu"> Pendidikan Ilmu Komputer UPI </a>yang dalam hal ini masyarakat terdekat dengan saya berpendapat saya adalah calon<a href="http://cs.upi.edu/v2/index.php?page=guru-tik"> guru komputer</a> menilai fenomena ini adalah sebuah momentum untuk membuktikan bahwa apa yang sudah saya dan kami sebagai alumni <a href="http://cs.upi.edu">Pendidikan Ilmu Komputer UPI </a>dengan apa yang telah  dapatkan di kampus melalui <a href="http://cs.upi.edu/v2/index.php?page=templates-and-stylesheets">kurikulum Pendidikan Ilmu Komputer </a>merupakan bekal yang cukup untuk berkontribusi melakukan pembangunan pendidikan di bidang <a href="http://cs.upi.edu">TIK</a>.</p>
<p>Kembali ke permasalahan,,,,,</p>
<p>Saya istilahkan dalam artikel ini bahwa CPNS merupakan &#8216;pasar&#8217; yang sensitif bagi perkembangan lembaga pendidikan tinggi karena beberapa alasan diantaranya :</p>
<ol>
<li>Sebagian besar SDM yang direkrut dalam pengangkatan CPNS adalah lulusan pendidikan tinggi, dengan demikian terjadi semacam kompetisi bagi lulusan pendidikan tinggi untuk dapat menempati kursi CPNS.</li>
<li>Bagi lembaga pendidikan tinggi jika banyak alumni dari pendidikan tinggi tersebut terserap menjadi CPNS maka saya jamin akan terjadi peningkatan yang signifikan terhadap peminat mahasiswa baru yang akan masuk ke lembaga pendidikan tinggi tersebut karena menurut pandangan saya masyarakat Indonesia lebih menyukai menjadi PNS ketimbang pegawai swasta&#8230; minimal di daerah yang alumninya banyak terserap menjadi CPNS.</li>
</ol>
<blockquote><p>Melalui artikel ini menghimbau kepada rekan-rekan alumni (yang sudah memiliki izasah) <a href="http://cs.upi.edu">Pendidikan Ilmu Komputer UPI</a> untuk segera mendaftar menjadi CPNS di masing-masing daerahnya. Adapun masalah diterima atau tidaknya itu urusan belakangan, setidaknya dengan mendaftar dan memberikan copy izasah kita telah melakukan sosialisasi program studi <a href="http://cs.upi.edu">Pendidikan Ilmu Komputer UPI</a></p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://educnology.web.id/pendidikan-tik/cpns-pasar-sensitif-bagi-universitas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

