<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Catatan Guru Komputer &#187; Fenomena</title>
	<atom:link href="http://educnology.web.id/category/fenomena/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://educnology.web.id</link>
	<description>Lecturer, Researcher, Teacher</description>
	<lastBuildDate>Tue, 20 Jul 2010 16:55:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Dokumen Digital dan Keamannya</title>
		<link>http://educnology.web.id/fenomena/dokumen-digital-dan-keamannya/</link>
		<comments>http://educnology.web.id/fenomena/dokumen-digital-dan-keamannya/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Jun 2010 13:53:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sandi Fajar Rodiyansyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fenomena]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi Internet]]></category>
		<category><![CDATA[data]]></category>
		<category><![CDATA[email]]></category>
		<category><![CDATA[enkripsi]]></category>
		<category><![CDATA[informasi]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[internet banking]]></category>
		<category><![CDATA[keamanan data]]></category>
		<category><![CDATA[sistem]]></category>
		<category><![CDATA[ssh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://educnology.web.id/?p=701</guid>
		<description><![CDATA[Dewasa ini, manusia dalam kehidupan sehari-harinya dimudahkan adanya kemajuan teknologi, terutama kemudahan dibidang informasi dan komunikasi yang sangat dibantu oleh teknologi informasi dan komunikasi yang ada. Namun, seiring dengan berkembangnya TIK yang dapat membantu manusia dalam berkomunikasi, maka berkembang pula &#8230; <a href="http://educnology.web.id/fenomena/dokumen-digital-dan-keamannya/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dewasa ini, manusia dalam kehidupan sehari-harinya dimudahkan adanya kemajuan teknologi, terutama kemudahan dibidang informasi dan komunikasi yang sangat dibantu oleh teknologi informasi dan komunikasi yang ada.</p>
<p>Namun, seiring dengan berkembangnya TIK yang dapat membantu manusia dalam berkomunikasi, maka berkembang pula media dan kontent yang dapat kita kirim dan kita terima dalam prses komunikasi tersebut. Secara umum, konten informasi atau yang sering kita sebut sebagai data yang dikirimkan melalui media TIK antara lain dokumen, foto atau gambar, musik dan bahkan audio visual seperti video.<span id="more-701"></span></p>
<p>Nah, dengan dua perkembangan tersebut (perkembangan konten dan perkembangan media) maka masalah selanjutnya yang dihadapi pengguna teknologi tersebut adalah masalah keamanan data. Karena melalui media internet yang kita ketahui siapapun bisa mengaksesnya secara bebas, maka keamanan data yang kita kirim dan terima harus memiliki semacam &#8216;pengawalan&#8217; atau <em>guard</em> agar data yang kita kirimkan dapat sampai dengan &#8216;selamat&#8217; kepada penerimanya. Maksud &#8216;selamat&#8217; dalam kalimat sebelumnya adalah datanya utuh, tidak diubah-ubah oleh orang yang tidak berhak dan juga tidak bisa dibaca bahkan di salin oleh orang yang tidak berhak. Dari uraian ini, maka keamanan data adalah isu yang penting untuk kita angkat karena tidak jarang data yang kita kirimkan melalui media internet adalah data yang bersifat rahasia baik rahasia perusahaan/instansi kita maupun rahasia pribadi kita masing-masing.</p>
<p>Mengutip dari presentasi oleh <a href="http://rootbrain.com">Josua M. Sinambela</a> dalam acara <a href="http://puskom.ugm.ac.id/openhouse">Seminar Nasional &#8220;Keamanan Jaringan dan Komunikasi Data&#8221;</a> di <a href="http://ugm.ac.id">Universitas Gadjah Mada</a>. Beliau menyampaikan presentasi yang intinya bahwa keamanan informasi adalah proses yang sirkuler yang diawali dengan Prevention (pencegahan), Protection (perlindungan), Detection (Deteksi) dan Response (Respon). Berikut merupakan gambaran proses keamanan informasi menurut <a href="http://rootbrain.com">Josua M. Sinambela</a> :</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://educnology.web.id/wp-content/uploads/2010/06/keamanan.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-704" title="keamanan" src="http://educnology.web.id/wp-content/uploads/2010/06/keamanan.jpg" alt="" width="448" height="336" /></a>Sumber : <a href="http://puskom.ugm.ac.id/openhouse/materi/Computer%20Security-Josua-M-Sinambela.pdf">Presentasi Josua M. Sinambela dalam Seminar Nasional &#8220;Keamanan Jaringan dan Komunikasi Data&#8221; UGM 15 Juni 2010</a></p>
<p style="text-align: left;">Karena keamanan informasi adalah hal yang sangat krusial (penting), maka keamanan informasi adalah suatu keharusan dari sistem. Maksudnya adalah, jika kita sebagai pengembang sistem informasi, maka disamping fitur-fitur yang dibutuhkan oleh user sebagai pengguna sistem informasi tersebut kita juga perlu memperhatikan kebutuhan dari data dan informasi yaitu berupa keamanan data dan informasi yang diolah oleh sistem informasi tersebut. Maka dengan demikian, keamanan informasi adalah suatu keharusan, bukan hanya sebagai fitur.</p>
<p style="text-align: left;">Mengingat pentingnya sebuah sistem yang aman maka biasanya pengembang dan pengguna sistem mengamankan informasi dari sistem tersebut melalui 4 tahapan yaitu :</p>
<ol>
<li>Fisik (<em>physical security</em>), keamanan tahapan ini adalah keamanan fisik yang cenderung ke arah keamanan <em>hardware</em> dari sistem informasi tersebut. Contohnya adalah menyimpan server di tempat yang aman (kalau perlu dijaga oleh penjaga) dan yang memiliki suhu udara yang stabil agar server dapat bekerja dengan maksimal.</li>
<li>Manusia (<em>personal security</em>), keamanan ini cenderung ke arah siapa saja yang bisa mengakses informasi tersebut dalam hal ini ada user previlege di sistem informasi tesebut. Dan juga siapa saja yang memiliki akses ke ruang server tersebut.</li>
<li>Data, media dan teknik, pada tahapan ini menitikberatkan kepada keamaman teknis bagaimana data tersebut disimpan dan media yang digunakan untuk mengirim data tersebut ke tempat lain. Dalam hal ini kita biasanya menggunakan teknik keamanan seperti enkripsi data, penggunaan ssh untuk mentransfer informasi tersebut melalui internet dan berbagai teknik lain yang bisa kita gunakan. Nah, biasanya tahapan ini dipelajari di kampus-kampus melalui mata kuliah keamanan data dan jaringan.</li>
<li>Kebijakan dan Prosedur. Nah pada tahapan ini adalah cenderung kearah pembuatan standar operasional prosedur dari instansi atau perusahaan dalam menggunakan sistem tersebut. Biasanya bagian divisi IT mengembangkan SOP dalam penggunaan sistem informasi dan harus dijalankan oleh seluruh karyawan agar sistem tersebut aman. Seaman apapun sistem informasi dengan teknik enkripsi 512bit sekalipun jika tidak didukung oleh SOP yang baik maka sistem tersebut masih dikatakan ada hole-nya yang bisa dimasuki oleh hacker.</li>
</ol>
<p style="text-align: center;"><a href="http://educnology.web.id/wp-content/uploads/2010/06/lapisan_keamanan.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-709" title="lapisan_keamanan" src="http://educnology.web.id/wp-content/uploads/2010/06/lapisan_keamanan.jpg" alt="" width="446" height="336" /></a>Sumber : <a href="http://puskom.ugm.ac.id/openhouse/materi/Computer%20Security-Josua-M-Sinambela.pdf">Presentasi Josua M. Sinambela dalam Seminar Nasional &#8220;Keamanan  Jaringan dan Komunikasi Data&#8221; UGM 15 Juni 2010</a></p>
<p style="text-align: left;">Nah, dari uraian diatas maka keamanan informasi dan komunikasi data adalah hal yang sangat harus diperhatikan baik oleh pengembang sistem, ISP, pengguna dan semua orang yang biasa menggunakan media internet untuk melakukan komunikasi dan berkirim data apalagi data yang dikirim memiliki tingkat sensitifitas yang tinggi.</p>
<p style="text-align: left;">Sebagai penutup, saya ingin memberi tips agar keamanan data penting kita yang tersimpan di internet tersimpan dengan aman :</p>
<ol>
<li>Jika kita memiliki <em>account </em>internet banking, jangan melakukan transaksi e-banking di komputer umum (warnet).</li>
<li>Untuk melakukan login ke situs-situs sebaiknya menggunakan https agar komunikasi komputer kita dengan server website tersebut dienkripsi (jika website tersebut mendukung https)</li>
<li>Apabila kita diharuskan mengirim data-data penting melalui internet sebaiknya dilakukan enkrispi terlebih dahulu dan dikirim melalui email (jangan melalui situs-situs penyimpan file seperti raphidshare dan kawan-kawan.</li>
<li>Kita bisa menggunakan google docs untuk berbagi data dengan rekan-rekan secara <em>real time</em>.</li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://educnology.web.id/fenomena/dokumen-digital-dan-keamannya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jangan Main-main dengan Internet.</title>
		<link>http://educnology.web.id/fenomena/jangan-main-main-dengan-internet/</link>
		<comments>http://educnology.web.id/fenomena/jangan-main-main-dengan-internet/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Jun 2010 11:47:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sandi Fajar Rodiyansyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fenomena]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan TIK]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi Internet]]></category>
		<category><![CDATA[etika]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://educnology.web.id/?p=688</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini, 8 Juni 2010. Ini adalah tulisan pertama saya yang saya tulis di yogyakarta. Setelah sekian lama vakum nulis di blog karena berbagai kesibukan yang harus saya jalani akhir-akhir ini. Tapi bukan tentang saya sibuk yang akan dibahas di &#8230; <a href="http://educnology.web.id/fenomena/jangan-main-main-dengan-internet/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini, 8 Juni 2010. Ini adalah tulisan pertama saya yang saya tulis di yogyakarta. Setelah sekian lama vakum nulis di blog karena berbagai kesibukan yang harus saya jalani akhir-akhir ini. Tapi bukan tentang saya sibuk yang akan dibahas di tulisan ini.</p>
<p>Satu minggu kebelakang, media cetak, televisi, radio dan terlebih media internet digegerkan dengan beredarnya video yang tidak layak ditonton oleh anak kecil alias video porno dari sepasang kekasih selebritis Indonesia A dan LM. Belum berita video A dan LM mereda kembali beredar video porno yang kali ini masih dari A namun pasangan wanitanya bukan LM melainkan CT.<span id="more-688"></span></p>
<p>Ada apa gerangan dengan pemanfaatan internet di Indonesia? Pertanyaan ini muncul di benak saya dalam melihat fenomena internet di Indonesia akhir-akhir ini. Apakah moral bangsa ini menjadi terjun bebas gara-gara teknologi atau seperti apa, saya masih belum bisa menyimpulkannya.</p>
<p>Internet, jika kita membaca dan mendengar kata itu pikiran kita akan langsung tertuju pada komputer dan informasi. ya, informasi karena dengan internet semua informasi (yang baik dan yang buruk) tersebar ke seluruh dunia secara cepat. Ya benar,, CEPAT. Coba Anda bayangkan, ketika Anda menuliskan status facebook misalnya atau twitter maka ketika Anda memposting status tersebut secara langsung Anda memberi tahu dunia bahwa Anda sudah menuliskan status itu. Tidak hanya facebook dan twitter banyak fasilitas yang lain yang bisa digunakan. Intinya, ketika Anda memposting sesuatu ke internet (dengan layanan apapun) maka secara langsung Anda sudah mendokumentasikan postingan tersebut dan boleh jadi bisa diakses di seluruh dunia.</p>
<p>Oleh karena itu, karena internet adalah bersifat global maka kita dituntut untuk menggunakannya searif dan sebijaksana mungkin. Karena sesuatu yang Anda masukan mungkin akan berpengaruh terhadap orang lain terlebih jika isi postingan itu mengandung hal-hal yang dianggap kurang baik oleh masyarakat kebanyakannya. Oleh karena itu, jika Anda berniat memasukan sesuatu ke internet yang dinilai kurang baik hendaknya Anda memikirkannya masak-masak.</p>
<p>Melalui ini saya mengajak kepada pembaca sekalian marilah kita lebih bijak dalam menggunakan teknologi yang sudah diciptakan oleh orang-orang pintar untuk membantu pekerjaan manusia agar lebih mudah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://educnology.web.id/fenomena/jangan-main-main-dengan-internet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Status Facebook-mu Jenisnya Apa?</title>
		<link>http://educnology.web.id/fenomena/status-facebook-jenisnya-apa/</link>
		<comments>http://educnology.web.id/fenomena/status-facebook-jenisnya-apa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Mar 2010 04:48:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sandi Fajar Rodiyansyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fenomena]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi Internet]]></category>
		<category><![CDATA[alay]]></category>
		<category><![CDATA[email]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://educnology.web.id/?p=675</guid>
		<description><![CDATA[Sesungguhnya mulut mu adalah harimau mu, ini kata orang bukan kata saya. Kalo kata saya di jaman yang katanya modern ini postingan mu harimau mu. Ngerti ngga?. Maksud saya kalo dulu manusia saling berhubungan satu sama lain melalui mulut secara &#8230; <a href="http://educnology.web.id/fenomena/status-facebook-jenisnya-apa/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sesungguhnya mulut mu adalah harimau mu, ini kata orang bukan kata saya. Kalo kata saya di jaman yang katanya modern ini postingan mu harimau mu. Ngerti ngga?.</p>
<p>Maksud saya kalo dulu manusia saling berhubungan satu sama lain melalui mulut secara langsung atau tidak langsung (seperti telepon), maka mulut mu harimau mu adalah peribahasa yang cocok untuk menggambarkan bahwa kita harus berhati-hati dalam berucap.</p>
<p>Namun saat ini, seiring dengan perkembangan teknologi, manusia bisa saling berhubungan hanya lewat tulisan (SMS, email, wall facebook, twitter dan lain-lain). Maka peribahasa tersebut harus mengalami sedikit revisi menjadi &#8220;<strong>postingan mu harimau mu&#8221;. </strong>Banyak contoh kasus yang dapat kita ambil yang menjadi pelajaran bagi kita betapa harus hati-hati kita dalam memposting sesuatu di internet.<span id="more-675"></span>Baik, untuk tulisan kali ini saya akan membahas mengenai tipe-tipe orang dalam memposting status facebooknya. Memang masalah ini sudah banyak orang yang&nbsp; membahasnya baik melalui blog atau pun melalui forum-forum diskusi di internet. Tapi saya tertarik untuk menuliskannya sebagai sebuah kampanye <em><strong>&#8220;be positive at status facebook&#8221;</strong></em></p>
<ol>
<li><strong>Status spam</strong>, saya tulis spam karena dia selalu mengupdate status facebooknya hampir setiap dia bernafas, sehingga membuat time line teman-temannya menjadi penuh dengan status dia. Ditambah lagi status-statusnya itu bisa dibilang <em>ngga penting. </em>Contoh : &#8220;Lagi makan di McD nih&#8221; beberapa saat kemudian &#8220;Antri di 21 panjang banget&#8221; bla bla bla dan bla bla bla&#8230;. Kalo saya mempunyai teman seperti ini biasanya saya hide statusnya.</li>
<li><strong>Status melankolis, </strong>biasanya berisi curhatan dia di statusnya dan berharap dikomentari oleh orang-orang atau hanya menge;uarkan unek-uneknya di status. Ini salah satu jenis status facebook yang saya tidak suka. Karena sepertinya dia berpikir bahwa masalahnya itu masalah yang paling berat dan rumit (orang lain juga sama hey, punya masalah). Contoh : &#8220;Padahal kamu adalah orang yang terbaik bagi ku, kenapa kamu ninggalin aku hingga aku seperti ini&#8221;</li>
<li><strong>Status ngeluh, </strong>sama seperti status melankolis namun status jenis ini kata-katanya sedikit kasar. Contoh : &#8220;Aaaargh ujan, padahal baru nyuci mobil..sialan. .!!&#8221; (Padahal hujan itu rejeki, kok sialan sih!).</li>
<li><strong>Status Sombong, </strong>biasanya memamerkan kegiatan yang orang lain tidak bisa melakukannya atau memiliki barang yang orang lain tidak bisa memilikinya.&nbsp; Kalo statusnya kelewat sombong atau menjurus ke takabur biasanya langsung saya delete dari friends listnya. Contoh : &#8220;OTW ke paris!&#8221; atau &#8220;Ninja 250R ku saatnya kamu mandi setelah saya tunggangi seharian ini&#8221;.</li>
<li><strong>Status Puitis, </strong>dari namanya udah jelas, yang ditulis di status itu kata-kata mutiara yang ngga jelas? dan biasanya bikin kita terharu. Saya biasanya termasuk golongan status ini, namun kata mutiara yang dituliskan itu kata mutiara penyemangat bukan tentang cinta dan sebagainya. Contoh : &#8220;Cinta adalah kekuatan yang membuat kita masih bisa bernafas hingga saat ini&#8221;.</li>
<li><strong>Status English, </strong>dari namanya status ini menggunakan bahasa inggris, saya terkadang menggunakan status ini jika saya baru menbaca quote orang-orang terkenal sehingga saya tertarik untuk menuliskannya. Contoh : &#8220;<em><span>life is not about waiting for the storm to  pass, but it&#8217;s about learning to dance in the rain&#8221;.</span></em></li>
<li><span><strong>Status Lebay atau bisa juga Alay, </strong>ini jenis status yang paling saya tidak sukai. Menggunakan bahasa Indonesia yang salah dan sedikit nyeleneh. Contoh : &#8220;</span>met moulnin all.. pagiiieh yg cewrah… xixiixi&#8221;, &#8220;DucH Gw4 5aYan9 b6t s4ma Lo..7aNgaN tin69aL!n akYu ya B3!bh..!&#8221;,</li>
<li><strong>Status Sok Artis, </strong>jenis ini adalah jenis status yang meresa dirinya artis padahal bukan. Contoh : &#8220;duwh… sesi pemotretan lagi! cape…&#8221;</li>
<li><strong>Status informasi, </strong>Biasanya status ini menuliskan berita yang sedang hot di televisi. Kalau saya pikir sih ngga apa-apa dengan statusn ini, namun harus dengan sumber yang jelas informasinya. Contoh : &#8220;SBY akan membuka kongres sepak bola nasional di Malang sumber : Kompas.com&#8221;</li>
<li><strong>Status bioskop</strong>, biasanya tujuannya adalah memamerkan bahwa dirinya sudah menonton film yang orang lain belum tentu sudah menontonya dan ditambah dengan komentar dia tentang film tersebut. Contoh : &#8220;HOW  TO TRAIN YOUR DRAGON mantabb pisan euy!!&#8221;</li>
<li><strong>Status dagang</strong>, status ini biasanya menawarkan barang kepada temen-temennya agar membelinya. Contoh : &#8220;Dijual laptop ACER 4520 2GB 160GB, 14 inch dll dll&#8221; biasanya dikomentari :up :up :up :up =)</li>
<li><strong>Status hidden message, </strong>status ini biasanya dituliskan dengan menghilangkan sebagian huruf dengan ****. Contoh : &#8220;For you my M***, I can’ t live without you..you are my bla bla bla..&#8221;</li>
</ol>
<p>Melalui tulisan ini, marilah kita berpositif dalam menggunakan sarana internet :</p>
<ol>
<li>Jangan mengeluh,</li>
<li>Jangan menyerang pihak lain,</li>
<li>Kalo bisa status facebook itu berisi informasi, joke, kata kata penyemangat dan lain-lain.</li>
<li>Dan lain-lain, dan lain-lain</li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://educnology.web.id/fenomena/status-facebook-jenisnya-apa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mari Ber-internet Sehat</title>
		<link>http://educnology.web.id/aktifitas/mari-ber-internet-sehat/</link>
		<comments>http://educnology.web.id/aktifitas/mari-ber-internet-sehat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Feb 2010 06:24:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sandi Fajar Rodiyansyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aktifitas]]></category>
		<category><![CDATA[Fenomena]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan TIK]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi Internet]]></category>
		<category><![CDATA[alay]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan ilmu komputer]]></category>
		<category><![CDATA[sehat]]></category>
		<category><![CDATA[social networking]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://educnology.web.id/?p=662</guid>
		<description><![CDATA[Teknologi internet saat ini mengalami penetrasi yang sangat tinggi di kalangan masyarakat. Terbukti dengan semakin bertambahnya pengguna internet. Dengan adanya fenomena tersebut maka internet saat ini menjadi sarana umum yang efektif untuk publikasi yang biasa digunakan oleh masyarakat mulai dari &#8230; <a href="http://educnology.web.id/aktifitas/mari-ber-internet-sehat/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Teknologi internet saat ini mengalami penetrasi yang sangat tinggi di kalangan masyarakat. Terbukti dengan semakin bertambahnya pengguna internet. Dengan adanya fenomena tersebut maka internet saat ini menjadi sarana umum yang efektif untuk publikasi yang biasa digunakan oleh masyarakat mulai dari anak-anak, remaja, sampai orang tua. Mulai dari kalangan masyarakat bawah sampai kalangan terpelajar seperti mahasiswa, dosen dan sebagainya. <span id="more-662"></span></p>
<p>Beberapa layanan internet yang menjadikan internet sebagai sarana umum adalah dengan adanya social networking, yang menjadikan kita seolah ditelanjangi oleh internet. Karena dengan social networking seseorang dapat dicari identitasnya, akfititasnya dan lain-lain.</p>
<p>Karena segala aktifitas dan identitas kita terpublikasikan di internet melalui social networking, maka kita harus memperhatikan apa yang akan kita masukan. Karena kalo dulu ada peribahasa yang menyebutkan bahwa &#8220;Anda adalah apa yang Anda katakan&#8221;, saat ini dengan adanya social networking peribahasa itu di revisi menjadi &#8220;Anda adalah apa yang Anda tuliskan di internet&#8221;.</p>
<p>Saat ini pemerintah sedang menggodok undang-undang konten multimedia di internet, yang banyak mengalami penolakan dari berbagai pihak. Mungkin, pemerintah sudah memperhatikan bahwa aktifitas ber-internet masyarakat Indonesia sudah diambang batas kewajaran, terbukti dengan semakin banyaknya kasus yang melibatkan banyak pihak yang melibatkan fasilitas internet.</p>
<p>Jadi, jika kita menolak rancangan undang-undang tersebut maka marilah kita semua mengaca diri dan mencoba menerapkan &#8220;ber-interet sehat&#8221;.</p>
<p>Karena konten yang kita publikasikan di internet baik melalui social networking atau pun blog akan dibaca oleh orang lain yang mungkin saja tidak kita kenali. Jika konten tersebut &#8220;sehat&#8221;, maka orang yang membaca konten kita akan memandang kita sehat. Namun sebaliknya, jika konten yang kita masukan &#8220;sakit&#8221;, maka orang akan memandang kita sakit.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://educnology.web.id/aktifitas/mari-ber-internet-sehat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Fenomena &quot;Alay&quot; di Kalangan Generasi Muda</title>
		<link>http://educnology.web.id/fenomena/fenomena-alay-di-kalangan-generasi-muda/</link>
		<comments>http://educnology.web.id/fenomena/fenomena-alay-di-kalangan-generasi-muda/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Feb 2010 00:21:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sandi Fajar Rodiyansyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fenomena]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan TIK]]></category>
		<category><![CDATA[alay]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[generasi muda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://educnology.web.id/?p=653</guid>
		<description><![CDATA[Kring&#8230;. bunyi ponsel saya berdering dan langsung saya buka ada SMS dari rekan saya yang tidak perlu saya sebutkan namanya. Setelah dibuka isi SMS itu&#8230; Pusing pisan, bacanya soalnya tulisannya itu ngga tau pake bahasa apa. Tapi setelah saya telusuri &#8230; <a href="http://educnology.web.id/fenomena/fenomena-alay-di-kalangan-generasi-muda/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kring&#8230;. bunyi ponsel saya berdering dan langsung saya buka ada SMS dari rekan saya yang tidak perlu saya sebutkan namanya. Setelah dibuka isi SMS itu&#8230; Pusing pisan, bacanya soalnya tulisannya itu ngga tau pake bahasa apa. Tapi setelah saya telusuri huruf per huruf ternyata isinya nanyain nanti mau pulang ke rumah ngga?. Asal kalian tau, waktu yang saya butuhkan untuk memahami SMS itu sekitar 10 menit.<span id="more-653"></span>Itulah sekelumit pengalaman saya mengenai fenomena kata-kata aneh yang saat ini sedang musim dan selalu eksis di Facebook, Twitter, SMS dan lain-lain. Orang-orang di kaskus menyebut bahwa orang-orang yang menggunakan bahasa-bahasa aneh itu disebut dengan ALAY.&nbsp;</p>
<p>Setelah saya mencoba mencari apa sih yang disebut dengan alay. Akhirnya setelah membaca beberapa sumber akhirnya saya simpulkan alay adalah singkaran dari &#8220;anak layangan&#8221;. Pokoknya anak anak nora banget, gayanya sok asik.</p>
<p>Secara teknik ada beberapa cara orang nulis yang katanya disebut dengan tulisan alay diantaranya adalah :</p>
<ol>
<li>Menulis dengan mencapur adukan huruf besar dan huruf kecil dan terkadang dengan simbol-simbol.</li>
<li>Menulis dengan mencampur adukan antara bahasa asing dengan bahasa Indonesia disertai dengan menambah-nambahkan huruf yang ngga penting.</li>
</ol>
<p>Jika fenomena ini dibiarkan, maka mungkin 10 atau 20 tahun mendatang kita akan kehilangan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Padahal mereka, di sekolah masing-masing diajarkan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Mungkin pola pikir mereka yang memandang bahwa jika menggunakan kata-kata &#8220;alay&#8221; seperti itu terlihat gaul oleh teman-temannya.</p>
<p>Untuk mencegah fenomena &#8220;alay&#8221; yang merebak di facebook, maka akhir-akhir ini facebook melarang penggunaan nama yang mengandung karakter-karakter &#8220;alay&#8221;</p>
<p>Berikut ini adalah <a href="http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3356083">link</a> ke sebuah posting di kaskus yang menjelaskan mengenai ciri-ciri alay.&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://educnology.web.id/fenomena/fenomena-alay-di-kalangan-generasi-muda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
