TIK di Mata Guru-Guru…

dscf9531Hari sabtu kemaren (23 Mei 2009) saya berada di Sukabumi. Saya pergi ke Sukabumi dalam rangka menghadiri Seminar Pendidikan yang mengangkat tema “Peningkatan Mutu Teknologi Komputer Bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan dalam Proses Kegiatan Belajar Mengajar di Sekolah”.

Seminar ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dasar tentang teknologi informasi dan komunikasi kepada guru-guru di lingkungan kabupaten Sukabumi khususnya guru-guru TIK sehingga mereka dapat melakukan berbagai inovasi dalam melakukan pembelajaran TIK di kelas.

Saat itu, kami (saya, Daus, Riza dan Tube) sharing ilmu pengetahuan tentang konsep-konsep dasar tentang teknologi informasi dan di akhir seminar kami menunjukan beberapa perangkat lunak yang dapat mendukung proses pembelajaran di kelas.

Continue reading

Mari Bermimpi untuk ILKOM di 2020!!

rgTahun 2005, tepatnya bulan Agustus saya mulai aktifitas saya menjadi mahasiswa. Saya masih ingat saat itu tanggal 22 Agustus 2005 mulai masuk kuliah di UPI tepatnya kuliah perdana saya, bukan hanya saya tetapi mungkin ini adalah hari yang bersejarah bagi saya dan rekan-rekan serta dosen-dosen “baru” di program studi baru ini. Hari itu saya tidak menyangka bahwa saat itu adalah batu pijakan saya untuk meraih harapan dan impian saya.

Setelah menjalani suka dan duka kuliah di ILKOM hal ini membuat saya memiliki beberapa impian untuk “rumah” saya ini. Ijinkan saya untuk menyebut ILKOM adalah “rumah”.

Karena ini adalah rumah saya, saya harus selalu berusaha untuk melakukan hal terbaik untuk rumah saya. Sebelum melakukannya, saya memiliki beberapa impian untuk rumah saya ini di tahun 2020. Jika dihitung dari sekarang tahun 2020 akan datang 11 tahun lagi. 11 tahun adalah waktu yang sempit menjadikan rumah saya menjadi lebih baik. Oleh karena itu hendaknya semuanya dimulai sedini mungkin.

Continue reading

Pemilu dan Uang Sepuluh Ribuan..

Tanggal 9 April kemaren, kita bangsa Indonesia di seluruh dunia sudah menyampaikan aspirasinya dengan mengikuti mencoblosan pencontrengan partai politik dan calegnya. Pemilu ini menghabiskan dana yang tidak sedikit dan katanya mencapai Rp. 49,7 trilyun (nol nya ada berapa yah??). Akankah hajat 5 tahunan ini mampu merubah wajah Indonesia menjadi lebih baik? Atau akankah 49,7 trilyun hanya akan melayang sia-sia.

By the way, kemarin saya menggunakan hak pilih saya di rumah (kampung halaman). Saya memperhatikan suasana politik di komplek saya yang kebetulan ada tetangga saya yang menjadi caleg di tingkat kabupaten kota. Setelah seminggu saya memperhatikan fenomena pra pemilu di rumah ternyata muncul fenomena banyak bermunculannya orang baik.

Orang tua saya adalah bendahara sekolah yang mengurusi keuangan tabungan anak-anak dan dana BOS. Selama satu minggu saya dirumah banyak orang-orang yang selalu bertamu ke rumah saya (padahal bapak atau ibu saya bukan caleg). Kalau ada tamu biasanya mereka selalu nuker uang mereka untuk dijadikan pecahan sepuluh ribuan. Karena kebetulan, sebagai bendahara tabungan anak sekolah orang tua saya biasa menyimpan pecahan-pecahan kecil uang.

Saya tidak tahu apakah pecahan uang yang dituker dari orang tua saya akan dipakai apa. Kalau boleh saya berandai-andai, dengan uang sepuluhribuan yang banyak, apakah mereka akan melakukan “serangan fajar” kepada pemilih….??

Sampai sekarang saya tidak mengetahui jawabannya??!!