Tanggal 9 April kemaren, kita bangsa Indonesia di seluruh dunia sudah menyampaikan aspirasinya dengan mengikuti mencoblosan pencontrengan partai politik dan calegnya. Pemilu ini menghabiskan dana yang tidak sedikit dan katanya mencapai Rp. 49,7 trilyun (nol nya ada berapa yah??). Akankah hajat 5 tahunan ini mampu merubah wajah Indonesia menjadi lebih baik? Atau akankah 49,7 trilyun hanya akan melayang sia-sia.
By the way, kemarin saya menggunakan hak pilih saya di rumah (kampung halaman). Saya memperhatikan suasana politik di komplek saya yang kebetulan ada tetangga saya yang menjadi caleg di tingkat kabupaten kota. Setelah seminggu saya memperhatikan fenomena pra pemilu di rumah ternyata muncul fenomena banyak bermunculannya orang baik.
Orang tua saya adalah bendahara sekolah yang mengurusi keuangan tabungan anak-anak dan dana BOS. Selama satu minggu saya dirumah banyak orang-orang yang selalu bertamu ke rumah saya (padahal bapak atau ibu saya bukan caleg). Kalau ada tamu biasanya mereka selalu nuker uang mereka untuk dijadikan pecahan sepuluh ribuan. Karena kebetulan, sebagai bendahara tabungan anak sekolah orang tua saya biasa menyimpan pecahan-pecahan kecil uang.
Saya tidak tahu apakah pecahan uang yang dituker dari orang tua saya akan dipakai apa. Kalau boleh saya berandai-andai, dengan uang sepuluhribuan yang banyak, apakah mereka akan melakukan “serangan fajar” kepada pemilih….??
Sampai sekarang saya tidak mengetahui jawabannya??!!


