Setiap orang pasti punya tujuan tertentu yang ingin diraih dalam hidup ini. Ada cita-cita seumur hidup, ada target-terget jangka pendek dan jangka panjang. Lalu, bagaimana cara untuk mencapainya? Tidak perlu khawatir, karena secara alamiah sebenarnya kita dilengkapi dengan mekanisme untuk berpikir dan menggunakan akal budi kita. Bayangkan jika kita mau memetik mangga yang pohonnya tinggi. Apakah kita akan terus duduk dibawah pohon dan menunggu kapan mangga itu akan jatuh.
Tentu tidak kan, tapi kita akan melihat sekeliling, mencari bangku, tangga atau tongkat untuk mengambil mangga itu. Bahkan kalau perlu, kita bisa melemparinya dengan batu. Sederhana sekali bukan? Secara spontan akal kita akan bekerja dan mengatur perencanaan. Ada koordinasi yang baik dari kemauan, pikiran, perasaan juga tubuh kita. Untuk tingkat yang lebih dalam lagi adalah suara batin, keyakinan atau keimanan kita juga turut berperan.
Dalam dunia nyata, banyak pekerja atau pelaku bisnis yang melakukan sesuatu hanya berdasarkan situasi atau kebiasaan saja. Sering kali mereka terjebak dalam kondisi rutinitas. Atau sebaliknya jika terlalu menekankan pada perasaan, kita cenderung mengalir mengikuti feeling dan situasi dan mengabaikan pikiran kita dalam membuat perencanaan. Bahkan lebih ironis, kita bisa saja tidak mengerjakan rencana sendiri, tapi sibuk mengerjakan rencana orang lain. Hal itulah yang membuat kita sendiri gagal dan kehilangan peluang.
Adapun beberapa penyebab sulitnya membuat perencanaan :
- Tidak punya tujuan yang jelas. Life is an easy going. Hidup santai dan seadanya. Jika sikap kita hanya seperti itu, kita akan merasa malas membuat tujuan dan perencanaan. Karena itu memerlukan waktu, tenaga, pikiran bahkan biaya yang mungkin tidak sedikit. Jika tidak mempunyai tujuan yang jelas, kita sulit memahami manfaat yang diperoleh dari suatu perencanaan. Kita akan menjadi pribadi yang tidak mau repot berpikir panjang untuk membuat analisis dan mengatur strategi.
- Tidak melihat gambaran besarnya. Jika kita menemukan sebuah potongan gambar puzzle, apa yang kita pikirkan? Mungkin, kita geleng-geleng kepala dan bingung karena gambarnya tidak jelas. Data yang kabur dan informasi yang kurang lengkap membuat pikiran kita jadi hang alias buntu. Banyak dari kita kurang terlatih melihat big picture dalam kehidupan kita. Juga tidak menyadari adanya keterkaitan dari suatu hal dengan hal lainnya. Hal ini menyebabkan kita sulit membuat perencanaan dan menyusun tahapan-tahapan dalam kehidupan kita.
Perencanaan merupakan proses belajar seumur hidup, suatu proses trial and error, sehingga yang dapat dilakukan adalah membuat perencanaan sebaik mungkin. Suatu rencana yang optimal belum tentu perfect. Kegagalan dalam perencanaan atau macet dalam mengatur strategi sering kali membuat kita jadi patah semangat dan merasa enggan. Kita merasa trauma dan dikuasai perasaan takut gagal.
Dengan fenomena-fenomena tersebut, maka saya punya rumus umum untuk membuat perencanaan yaitu SMART:
- S = Spasific (Tujuan tertentu)
- M = Measurable (Dapat diukur)
- A = Achiveable (Dapat dicapai)
- R = Reasonable (Memiliki alasan)
- T = Timelines (Ada jangka waktu)
Semoga membatu anda dalam melakukan perencanaan kehidupan anda!!



merencanakan memang sulit gan,,, butuh tujuan yang jelas biar tau arahnya kemana,,
mantep!
dadi ingat nek bbrp hari terakhir sudah lepas dari TDL
(To Do List) (doh)
perencanaan yang SMART tentunya akan memperoleh hasil yang SMART pula
merencanakan sebenarnya tidak begitu sulit, namun merealisasikan rencana tersebut agaknya lebih sulit..
mungkin karena tujuan kurang jelas kali ya.. ???
sebenarnya saya pribadi, mungkin tidak sulit membuat perencanaan (“mimpi”) tapi yang sulit merealisasikannya, yah begitu dilaksanakan nampaknya berat..
Apa sama aja ya, mungkin tepatnya sulit membuat tujuan hidup.. karena banyak dibentangkan pilihan2 hidup..
sebenernya cuma satu kuncinya yaitu : “FOKUS”….
namun memang masalah ini tidak semudah mengucapkan katanya, terkadang banyak variabel yang kita gunakan dalam membuat keputusan sehingga mungkin keputusan kita itu tidak sesuai dengan apa yang kita cita-cita kan